Belum Semua Ritel Modern Akomodir Produk Lokal

Mataram (Suara NTB) – Kendati jumlah ritel modern di Kota Mataram mencapai ratusan, namun belum semuanya mengakomodir produk lokal yang dihasilkan UMKM di kota ini.

“Belum semua pasar modern yang beri tempat untuk UMKM kita,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi kepada Suara NTB. Namun ia tak menyebut dari ratusan tersebut berapa persen ritel modern yang belum memberikan ruang bagi produk lokal.

Iklan

Pihaknya pun meminta kepada pengusaha ritel modern untuk memberikan ruang khusus bagi produk-produk lokal. “Kita harap ada space atau ruang khusus walaupun kecil yang penting ada tempat untuk produk-produk UMKM,” jelasnya. Tak hanya itu, ia pun ingin para pengusaha ritel modern ini memberikan kontribusi dalam pengembangan UMKM. Termasuk memberi pembinaan bagaimana agar produk-produk yang dihasilkan UMKM memenuhi standar untuk masuk dalam jaringan ritel modern.

“Bagaimanapun ada standar yang harus dipenuhi UMKM,” imbuhnya.

Persoalan inilah juga nantinya yang akan dibahas dalam rencana kajian komprehensif terhadap keberadaan ritel modern di Mataram. Kajian juga dihajatkan agar ritel modern ini tidak hanya menjamur di satu titik tertentu.

Pemetaan atau penetapan zonasi bagi ritel modern ini juga akan masuk dalam kajian. Termasuk juga mengukur jarak keberadaan ritel modern baik itu minimarket, supermarket, hipermarket dengan pasar tradisional. Sehingga tidak mengganggu kelancaran bisnis para pedagang di pasar tradisional. Kajian ini akan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak seperti pelaku usaha, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dampak keberadaan ritel modern di Mataram menurut Alwan konsumen memiliki banyak pilihan tempat untuk berbelanja. Menurutnya banyak konsumen yang lebih memilih berbelanja di ritel modern demi alasan kenyamanan dan keamanan.

“Konsumen bisa memilih dan memilah dari segi harga sehingga bisa membandingkan. Mereka juga mencari kenyamanan dalam berbelanja,” ujarnya.

Pemkot Mataram juga melarang ritel modern ini berlokasi di jalan-jalan lingkungan. Dengan larangan ini, Pemkot Mataram ingin memberikan proteksi terhadap eksistensi para pelaku usaha kecil yang ada di lingkungan-lingkungan agar tak kalah saing dengan ritel modern. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here