Belum Selesai Dibangun, Proyek Irigasi Senilai Rp 1,5 Miliar di Sekotong Ambuk

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek irigasi embung di Dusun Telaga Lebur Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong ambruk pada bagian talang air penyangga pipa saluran. Proyek irigasi ini ambruk, Jumat 7 Oktober 2016 malam lalu diduga diakibatkan hempasan air yang meluap dari embung. Warga menduga, pengerjaan proyek ini buruk, sehingga mudah ambruk.

Rapik salah satu warga yang ditemui di lokasi, Minggu, 9 Oktober 2016, mengaku, talang air penahan pipa saluran ambruk saat hujan lebat. Akibat hujan, air embung meluap sehingga airpun turun sangat deras dari saluran embung. Saat itu, ketinggian air mencapai 1 meter hingga melebihi beronjong yang dibangun di sekitar lokasi.  “Masak begini kualitas bangunan, belum dipakai saja sudah rusak,” kritiknya.

Iklan

Menurut Rapik, jauh sebelumnya proyek ini dibangun, diprotes masyarakat sekitar, karena cara pengerjaannya tidak sesuai. Bahkan kualitas proyek ini sangat buruk. Proyek ini mulai dibangun tahun 2015 lalu. Saat itu masyarakat menolak proyek ini, lantaran salurannya dikeruk, sehingga oleh masyarakat air akan sulit mengalir ke hilir.

Namun proyek ini dipaksakan dikerjakan hingga tak tuntas. Akhirnya, proyek ini dilanjutkan tahun ini dengan dana Rp 1,5 miliar. Panjang saluran yang dibangun 1,5 kilometer. Cara pengerjaan salurannya pun berubah dari semula. Bangunannya dinaikkan sedikit, diubah dari bangunan sebelumnya.

Sementara itu, Plt Kades Sekotong Tengah, H. Abdul Hamid mengaku telah mengecek kondisi proyek yang ambruk. Pihaknya sudah memberitahukan pihak dinas terkait proyek yang ambruk.

Dikatakan, proyek ini awalnya bermasalah, karena dibangun terlalu rendah, sehingga proyek ini pun terhenti. Tahun ini, dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lobar mengerjakan proyek ini dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar. Panjang irigasi ini pun ditambah, awalnya hanya beberapa ratus meter saja.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU Lobar, Made Artadana, mengaku setelah menerima laporan terkait proyek irogasi in pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi. Sejauh ini, tim belum melaporkan hasil turun ke lokasi. Terkait perbaikan saluran ini, jelasnya menjadi tanggung jawab kontraktor, sebab proyek ini belum tuntas dan masih masa pengerjaan. (her)