Belum Mundur dari ASN, PDI-P : Selly Tak Melanggar Aturan

Made Slamet (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – PDI-P angkat bicara soal sorotan banyak pihak yang mempersoalkan Hj. Putu Selly Andayani yang belum mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov NTB, meski sudah resmi didukung koalisi dua partai politik yakni PKS dan PDI-P untuk tampil bertarung sebagai bakal calon Walikota Mataram 2020.

Ketua DPC PDI-P Kota Mataram, Made Slamet menegaskan bahwa tidak ada aturan yang dilanggar oleh Selly ketika dia belum mengajukan pengunduran diri sebagai ASN. Sebab aturan terkait ASN yang maju di Pilkada sudah jelas, harus mundur sebelum ditetapkan sebagai bakal calon. Tapi KPU saja masih belum buka pendaftaran. “Tidak ada aturan yang dilanggar, kita taat aturan, nanti akan mundur dari ASN pada waktunya sesuai dengan ketentuan aturan, kan pendaftaran di KPU September,” kata Made Slamet, Jumat, 26 Juni 2020 kemarin.

Iklan

Menurut Made Slamet, pihaknya sangat menyadari bahwa ketika Selly yang berpasangan dengan Ketua MUI Kota Mataram resmi mendapatkan dukungan dari PDI-P dan PKS untuk dicalonkan di Pilkada Kota Mataram. Pro dan kontra terkait dengan hal itu pasti akan bermunculan. “Ini kan hanya omongan-omongan orang, obrolan biasa di pinggir jalan, ndak bisa kita dengarkan itu, kita bekerja on the track, mengikuti tahapan Pilkada,” jelasnya.

Anggota DPRD Provinsi NTB itupun menduga bahwa status ASN Selly ini sengaja disoal kemudian diangkat sebagai isu oleh lawan-lawan politik yang mulai khawatir dengan kemunculan Selly. “Seharusnya ndak boleh baper kalau kita terjun dunia politik. Indikasi isu ini sengaja dimainkan sama lawan politik, bisa saja itu, karena orang batuk saja bisa dipolitisasi,” ungkapnya.

Ditegaskannya, jika Selly benar melakukan pelanggaran hukum hanya karena sudah resmi dicalonkan oleh partai politik dan dia belum mundur dari ASN. Made Slamet memastikan Selly sudah mendapatkan teguran atau sanksi dari atasannya. Akan tetapi sampai saat ini hal itu tidak terjadi pada Selly, karena memang tidak ada aturan yang dilanggar.

  Selly-Manan Resmi Kantongi SK Dukungan DPP PKS

“Kan BKD (Badan Kepegawaian Daerah) tidak pernah ngomong Ibu Selly melanggar aturan atau etika. Mereka hanya menyebutkan bahwa dari sekian ASN Pemprov NTB yang maju Pilkada itu, ada yang sudah mengajukan pengunduran diri dan ada yang belum,” katanya.

Menurut Made Slamet, Selly yang saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB itu, masih dibutuhkan tenaga dan pikiran oleh Gubernur NTB. Terutama dalam menangani anak-anak dan perempuan yang rawan terpapar Covid-19.

“Kita ini nomor dua nasional anak yang terpapar Covid-19, Gubernur memberikan tugas kepada Ibu Selly untuk menekan kasus anak terpapar Covid-19. Dan silahkan diawasi dimana Ibu Selly mendompleng kegiatan kedinasan untuk itu (politik), tidak ada,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Selly menegaskan bahwa akan mengundurkan diri dari ASN pada saat dia akan mendaftar sebagai calon ke KPU. “Aturannya kan saat mendaftar jadi calon, saya mengajukan pengunduran diri. Kalau sekarang kan saya belum mendaftar, jadi masih ASN,” katanya.

Selly mengaku tidak ada aturan yang dia langgar ketika dia melakukan silaturahmi dengan partai politik dalam kapasitasnya sebagai ASN. Sehingga seratusnya sebagai ASN tersebut tidak membatasinya untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan partai politik terkait dengan rencananya akan maju di Pilkada Kota Mataram. “Saya kan hanya silaturahmi, memang dilarang silaturahmi sama partai politik, kan tidak. Tidak haram kita dekat dengan partai politik, emang haram?” Katanya.

Selly pun mempersilahkan pihak yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap dirinya dalam melakukan proses pencalonan Walikota Mataram. Terutama terkait dengan kecurigaan-kecurigaan kepada dirinya yang diduga akan  memafatakan fasilitas jabatan sebagai ASN untuk kegiatan-kegiatan pencalonannya.

  Nasdem Pastikan Tak Ada Koalisi Biru di Bima

“Oh ya, silahkan saja diawasi, kami kan tidak sedang melakukan kegiatan kampanye, kami hanya silaturahmi,” tegasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here