Belum Konversi, Tabung Gas Elpiji 3 Kg Sudah Diperjualbelikan di Sumbawa

Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa Barat, hingga saat ini masih menunggu kejelasan rencana konversi dari Minyak Tanah (Mitan) ke Gas. Hal ini sangat diatensikan, pasalnya kondisi yang ada saat ini gas dengan tabung 3 Kilogram banyak yang sudah diperjualbelikan secara bebas meskipun belum masuk ke wilayah konversi.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) UMKM, melalui Kabid Perdagangan Rahadian S. Pd, M. Si kepada Suara NTB, Selasa, 5 Juni 2018 membenarkan banyaknya tabung gas 3 kilogram yang dijual bebas di wilayah setempat. Hanya saja pihaknya tidak bisa bersikap terkait masalah ini, karena hingga kini belum ada kejelasan dari Provinsi terkait rencana konversi tersebut. Selain masalah itu, Kuota untuk yang disiapkan untuk KSB juga belum ditetapkan. Sehingga pihaknya merasa kewalahan ketika melakukan pengawasan terhadap gas 3 kilo ini di masyarakat. Kendati demikian, pihak terkait tetap akan intens membangun komunikasi untuk memastikan waktu konversi mitan tersebut.

Iklan

“Hingga saat ini kita belum tau kapan rencana konversi tersebut terealisasi. Akibatnya kita juga tidak bisa mengawasi terkait keberadaan tabung gas tiga kilo yang ada di masyarakat,” sebutnya.

Dikatakannya, fakta yang ada saat ini bahwa gas tiga kilo yang berada di masyarakat adalah ilegal. Karena KSB belum masuk dalam wilayah konversi di NTB ini. Hanya saja pihaknya juga tidak menampik ada mekanisme pasar yang membuat gas ini tetap berada di daerah yang belum masuk wilayah konversi. Terkait dengan kondisi ini, maka aparat penegak hukumlah yang harus bergerak untuk menertibkan hal ini. Bahkan upaya menjual bebas gas di wilayah belum terkonversi adalah hal yang ilegal. Aturannya juga sangat jelas jika ditemukan, maka kasusnya sudah masuk ke ranah tindak pidana.

“Tidak ada kewenangan kita untuk menyetop peredaran gas tiga kilo di KSB. Karena petunjuk tekhnisnya belum ada, justru yang harus bergerak adalah Penegak Hukum (Polri),” ungkapnya.

Ia mengatakan, terkait rencana konversi ini, pihaknya hanya menunggu dari Provinsi. Jika sudah ditetapkan sebagai wilayah konversi, maka pihak terkait akan langsung malakukan pengawasan yang maksimal. Bahkan jika ditemukan ada gas yang tidak sesuai dengan kuota yang ditetapkan akan langsung ditarik dari pasar. Sementara untuk saat ini pihak terkait tidak memiliki kewenangan untuk bisa menarik tabung gas tiga kilo yang sangat marak beredar di KSB.

“Kita sifatnya hanya menunggu petunjuk saja. Jika sudah ada kejelasan maka kita akan bertindak, jika tidak ya bukan kewenangan kita untuk menertibkan,” tukasnya. (ils)