Belum Jelas, Penanganan Vila Diduga Bodong di Bangko Bangko

Giri Menang (Suara NTB) – Tindak lanjut penanganan vila diduga bodong di kawasan konservasi Bangko Bangko Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong masih belum jelas. Padahal pemda telah turun melakukan pengawasan terhadap vila tersebut. Namun sampai saat ini tak ada tindak lanjutnya.

“Mana tindak lanjutnya penanganan vila bodong di Bangko Bangko itu. Kan mereka sudah turun tapi tidak ada kejelasannya,“ ungkap Anggota DPRD Lobar, Andi Irawan pada Suara NTB, Senin (8/8/2016).

Menurutnya, pemda seharusnya mengambil langkah tegas terkait bangunan ini. Meski kawasan itu masuk BKSDA, paling tidak ada koordinasi pemda dengan pihak terkait menyangkut penanganannya.

Sebelumnya kata Andi, sempat mencuat, jika vila ini terbangun diduga dibekingi oleh oknum pejabat. Lalu pemda turun melakukan pengecekan. Namun setelah turun, tidak ada tindak lanjut dari pemda terkait penanganan vila ini. Selain masalah vila, pemda juga lemah mengawasi keluar masuknya kapal dan perahu dari Nusa Penida atau Benoa Bali ke kawasan Bangko Bangko. Padahal tiap tahun, jelasnya, banyak turis masuk menggunakan speed boat untuk berselancar. “Seharusnya itu perlu ditertibkan dan diawasi, karena bagaimanapun itu bisa menjadi potensi PAD,” jelas Andi.

Sementara itu, Kepala BPMP2T Lobar, Ahmad Efendi, mengaku, penanganan vila bodong di Bangko Bangko di luar kewenangan pihaknya. Justru, katanya pemda mempertanyakan ketegasan BKSDA dalam menangani persoalan ini. “Kami tak berwenang karena itu kawasan BKSDA, pemda tidak bisa berbuat apa-apa,” jelas Efendi.  “Nanti kami coba bersurat ke BKSDA soal penanganan selanjutnya seperti apa,” tambahnya. (her)