Belum Ada Pendaftar Paslon Walikota Mataram Jalur Perorangan

Syaifuddin.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram melalui jalur perorangan. Sampai hari ketiga masih nihil pendaftar.

Pantauan Suara NTB, di kantor KPU sejak Rabu, 19 Februari 2020 telah disiapkan stand pendaftaran untuk penyerahan berkas bagi calon Walikota dan Wakil Walikota melalui independen. Selama tiga hari itu, petugas menunggu. Pasalnya, pasangan Dianul Haizi dan Badrun dikabarkan akan menyerahkan berkas pendaftaran.

Iklan

Anggota KPU Kota Mataram, Syaifuddin menjelaskan, satu paslon yakni Dianul Haizi dan Badrun kabarnya akan menyerahkan syarat dukungan untuk maju sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram melalui jalur independen. Tetapi sampai saat ini, mereka belum menginput persyaratan dukungan ke sistem informasi pencalonan. Dokumen harus diunduh yakni B11 dan B2. Setelah itu, B1 akan dibawa sekaligus diprint dokumen B11 dan B2 saat mendaftar.

“Sampai hari ketiga belum ada yang datang mendaftar,” kata dia ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 21 Februari 2020. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) syarat dukungan bagi calon perorangan 8,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap. DPT Kota Mataram yakni 293.192 orang. Artinya, syarat dukungan diserahkan minimal 24.922. Jumlah ini harus terpenuhi dan harus tersebar minimal di empat kecamatan.

Jika paslon yang menyerahkan syarat dukungan berupa fotokopi KTP elektronik jelas Syaifuddin, saat proses pendaftaran mulai tanggal 19-23 Februari masih kurang. Diperbolehkan melengkapi sampai pukul 24.00 Wita di akhir masa pendaftaran. “Kalau lewat dari itu maka otomatis ditolak,” jelasnya.

Berulangkali, KPU mengkomunikasikan ke penghubung bahkan bacalon terkait rencana pendaftaran. Pengakuannya belum ada kendala apapun. Namun demikian, mereka belum juga mengirim persyaratan secara online. Syaifuddin menjelaskan, mekanisme pendaftaran ada sifatnya silon offline. Bacalon mengisi secara manual kemudian mengisi secara online.

Selama pendaftar belum mengklik submit, dokumen atau berkas bisa diperbaiki. Tetapi sebaliknya, jika diklik submit secara otomatis berkas diunduh tidak bisa diperbaiki kembali. “Kalau sudah diklik submit atau masuk. Dokumen ndak bisa diperbaiki lagi,” jelasnya. KPU tetap menunggu pendaftaran hingga pukul 24.00 Wita tanggal 23 Februari. Trendnya, paslon akan menyerahkan atau mendaftar pada akhir masa pendaftaran. “Kemungkinan besar mereka akan serius. Kita tunggu saja,” demikian kata dia. (cem)