Belum Ada Kejelasan, Nasib Ratusan Peserta Lulus P3K di Lobar

Suparlan (Suara NTB/her), H. M. Adnan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Nasib para tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dinyatakan lulus di Lombok Barat (Lobar) sampai saat ini tidak ada kejelasan. Mereka terkatung-katung lantaran belum dilantik oleh pemerintah. Padahal untuk pembayaran gaji mereka sudah dialokasikan oleh pemerintah pusat senilai Rp5 miliar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan PSDM (BKD dan PSDM) Lobar, Suparlan, S.Sos., mengatakan belum ada kepastian soal nasib P3K sejak dua tahun lalu. Seharusnya, ada kepastian dari pusat terkait pemberkasan 150 orang P3K yang dinyatakan lulus di Lobar.

Iklan

Pihaknya sudah menanyakan hal ini ke pusat dalam berbagai kesempatan rapat koordinasi, namun jawabannya tidak ada kepastian. ‘’Kondisi ini tidak saja di Lobar, namun se-Indonesia,’’ ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan pada BPKAD Lobar, H. M. Adnan mengatakan anggaran untuk gaji P3K bukan dihapus, namun dikurangi oleh pusat sebesar Rp 4 miliar dari sebelumnya Rp 9miliar menjadi Rp5 miliar. Hanya saja pembayaran gaji mereka ini tidak bisa dilakukan, karena belum di-SK-kan atau dilantik. Anggaran gaji P3K ini pun mengendap di pemerintah pusat.

Pihaknya belum berani membayarkan gaji, karena kepastian pelantikan tenaga P3K belum ada kejelasan dari pusat. Karena dasar pembayaran gaji ini adalah SK. Dana gaji P3K ini sendiri dialokasikan dari DAU tambahan. Dana ini jelas dia belum ditransfer oleh pusat ke daerah kalau P3K belum di-SK-kan. “Kami tunggu SK-nya, tergantung dari pusat ini. Kalau segera diproses, kami juga segera membayar karena kasihan mereka sudah lama menunggu kepastian,”jelas dia. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional