Belum Ada Kabupaten/Kota Ajukan Penerapan ‘’New Normal’’

H. L. Syafi'i (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Belum ada kabupaten/kota di NTB yang mengajukan penerapan new normal atau kenormalan baru. Meskipun sudah ada empat daerah yang masuk zona kuning dan satu daerah masuk zona hijau, namun belum ada usulan ke Pemprov NTB untuk menerapkan new normal.

‘’Sekarang bolanya di kabupaten/kota. Kalau kabupaten/kota memandang dia sudah siap menerapkan new normal, dia mengajukan ke provinsi. Kita akan evaluasi, apakah dia siap atau tidak. Kalau siap, maka kita mengeluarkan rekomendasi,’’ kata Asisten III Setda NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM, dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 26 Juni 2020.

Iklan

Apabila ada kabupaten/kota yang mengajukan penerapan new normal ke Pemprov NTB. Maka Pemprov akan melihat kesiapan kabupaten/kota dan memadukannya dengan kajian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) NTB.

Jika keluar rekomendasi dari Pemprov, maka bupati/walikota membuat Peraturan Bupati (Perbup) atau Peraturan Walikota (Perwal) bahwa daerahnya menerapkan new normal. Pemda kabupaten/kota juga membuat Standard Operating Procedure (SOP) penerapan new normal di pasar, tempat ibadah, sekolah, pondok pesantren dan fasilitas umum lainnya.

‘’Semua harus betul-betul bisa dijamin masyarakat disiplin secara sadar melaksanakan protokol kesehatan,’’ imbuhnya.

Mantan Kepala Bakesbangpoldagri NTB ini menyebutkan ada persyaratan dasar yang harus dipenuhi daerah yang menerapkan new normal. Pertama, sarana dan prasarana kesehatan harus tersedia memadai di daerah. Baik jumlah tenaga kesehatan, sarana kesehatan, rumah sakit harus betul-betul siap.

Kedua, angka kasus  positif harus turun dan angka sembuh naik. Ketiga, harus bisa dipastikan di seluruh lini kehidupan masyarakat disiplin menerapkan protokol Covid-19. ‘’Harus menjaga jarak dimana saja tanpa disuruh. Kemudian menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun.  Jangan sampai ketika ada polisi baru jaga jarak, pakai masker,’’ katanya.

  Dampak Covid-19 ke Sektor Pariwisata Lebih Parah dari Gempa

Syafi’I mengatakan belum ada satu kabupaten/kota yang mengajukan penerapan new normal di NTB. Ia mengatakan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang cukup besar di NTB. Karena masyarakat masih abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

‘’Kedisiplinan masyarakat ang harus kita kawal bersama-sama. Karena  masih mengabaikan protokol Covid-19,’’ ujarnya.

Terkait dengan penanganan Covid-19 di NTB, Kota Mataram dan Lombok Barat masih menjadi atensi. Karena penambahan kasus masih terus terjadi di dua daerah tersebut. Ia melihat, Pemkot Mataram sudah berusaha menekan penambahan kasus Covid-19.

Dengan mengefektifkan lagi penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Pemkot Mataram memberikan dana operasional ke seluruh kepala lingkungan agar lebih serius menangani Covid-19.

‘’Kemudian Pemkot membuat tim evaluasi melibatkan seluruh OPD. Memantau pola kehidupan masyarakat di lapangan. Kalau kepala lingkungan aktif, evaluasi aktif dan masyarakat aktif, suatu saat kita berharap Kota Mataram segera  berubah jadi zona  hijau,’’ tandasnya. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here