Belum Ada Izin Usaha Sarang Burung Walet

Mataram (suarantb.com) – Usaha budidaya burung walet di Kota Mataram hingga saat ini masih belum memiliki izin resmi dari Pemkot Mataram. Pasalnya, izin usaha yang tercatat di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram masih berupa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ruko. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan IMB yang dibuat oleh pemilik, sehingga Pemkot Mataram perlu memperjelas kembali perizinan usaha burung walet tersebut.

Kepala BPMP2T Kota Mataram, Cokorda Sudira Muliarsa mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan (Takowasbang) dan Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Mataram mengenai kejelasan izin usaha burung walet ini. Sebab, hingga saat ini usaha budidaya burung walet makin menjamur.

Iklan

Berdasarkan data Dispenda pada 2014, usaha budidaya sarang burung walet mencapai 18 hingga 20 titik. Sementara perizinan bentuk usaha tersebut belum ada kejelasan.

“Kalau di kota kan kebanyakan di lantai atas ruko, belum ada khusus tempatnya. Padahal izinnya kemarin itu ruko, kan dobel jadinya itu, kan enggak nyambung,” papar Cokorda.

Di 2017 mendatang, BPMP2T akan segera melakukan pendataan jumlah titik usaha ini, untuk kemudian ditentukan tindak lanjut yang akan diberlakukan Pemkot Mataram. Dengan adanya izin khusus usaha, maka pemkot tak lagi dilematis dalam penarikan pajak budidaya burung walet.

Kepala Dispenda Kota Mataram, H. M. Syakirin Hukmi mengatakan penarikan pajak untuk usaha burung walet masih bersifat pasif. “Kami sifatnya menunggu, karena kami takut juga nanti tiba-tiba itu melanggar. Bahwa sebenarnya di tempat itu tidak boleh ada usaha seperti itu,” terangnya.

Dari pajak usaha burung walet ini, realisasi pada awal Nopember ini hanya Rp 500 ribu dari target Rp 5 juta. Selanjutnya Dispenda akan melakukan analisa lebih lanjut terhadap potensi pajak usaha tersebut jika izin usaha telah ditetapkan. (rdi)

  Puskesmas Kempo Sumbang Sapi Kurban untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here