Belum Ada Honorer Pemda Lotim Didaftarkan Jadi Peserta BPJamsostek

Akbar Ismail (Suara NTB/rus), H. M. Juaini Taofik (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPjamsostek) Selong, Akbar Ismail menyebut sampai saat ini belum ada honorer di lingkup pemerintah daerah (Pemda) Lotim terdaftar menjadi peserta.

Menjawab media di Selong, Akbar menjelaskan, antara Bpjamsostek dengan jajaran pemerintah daerah Lotim sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk mendaftarkan tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi peserta. Bahkan sudah diteken kesepakatan tersebut untuk daftarkan segera. Mereka yang rencana didaftarkan adalah tenaga non ASN khususnya yang memiliki risiko kerja tinggi. Seperti Satuan Polisi Pamong Praja, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya.

“Tenaga-tenaga itulah yang rencana akan diprioritaskan oleh pemda, cuma sampai Januari ini belum ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Setelah penandatanganan kesepakatan tersebut selanjutnya harus dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKS). Dalam PKS  akan ditetapkan besaran iuran dan jumlah orang yang akan didaftarkan. Termasuk personel BPBD yang meninggal akibat kecelakaan di ruas jalan Pringgabaya-Sambelia Lotim beberapa hari lalu itu juga belum terdaftar.

Jika sudah menjadi peserta, terhadap yang meninggal dunia akan diberikan santunan Rp 42 juta. Karena diketahui meninggal saat melaksanakan tugas. Sementara yang mengalami luka-luka akan diberikan bantuan sampai sembuh. “Mulai perawatan sampai sembuh hingga yang meninggal akan ditanggung BPJamsostek,” terangnya lagi.

Terpisah, Sekretaris Daerah Lotim. H.M. Juaini Taofik saat dikonfirmasi via ponselnya mengaku, Pemkab Lotim sudah merencanakan akan memasukkan tenaga non ASN yang berisiko tinggi sebagai peserta BPJamsostek. Disebut, pada medium pertama 2020 lalu sudah direncanakan, khususnya yang berisiko tinggi adalah personel dari Satuan Polisi Pamong Praja dan personel dari BPBD. (rus)