Belum Ada Gagal Panen

Muhammad Riadi (Suara NTB/dok)

DINAS Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB mencatat, puluhan hektare lahan pertanian di Sumbawa dan Dompu terdampak kekeringan. Namun, dampak kekeringan masih dalam kategori ringan, karena belum ada tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen.

‘’Belum ada yang puso. Jadi, kondisi laporan di lapangan sampai tanggal 15 Agustus, di Sumbawa dan Dompu yang sudah terdampak kekeringan sekitar 89 hektare,’’ sebut Kepala Distanbun NTB, Muhammad Riadi, S.P., Mec.Dev., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Ia menjelaskan 89 hektare lahan padi yang mengalami kekeringan kategori ringan. Jika dilakukan pengairan, maka akan kembali ke kondisi normal. ‘’Belum ada yang kategori berat dan sedang, apalagi sampai puso. Ndak ada gagal panen,’’ jelasnya.

Riadi mengatakan, terus memantau perkembangan dampak kekeringan terhadap lahan pertanian. Pihaknya berharap kekeringan yang melanda NTB tak berdampak terhadap terganggunya produksi beras.

‘’Ini saya cerita sampai kondisi 15 Agustus. Belum lagi nanti September. Puncak kekeringan nanti Oktober. Baru terlihat di sana dampak kekeringan. Apakah target produksi terganggu. Nanti kita lihat laporan dari lapangan. Kalau sekarang masih terlalu dini. Apalagi masih kategori ringan,’’ ucapnya.

Riadi menambahkan, lahan pertanian yang gagal panen di musim kemarau untuk di Pulau Lombok biasanya akibat petani melamnggar pola tanam. Mereka tidak mengikuti anjuran juru pengairan.

‘’Kalau Dompu dan Sumbawa ini coba nanti saya tanya lagi teman di lapangan,’’ ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat bencana kekeringan semakin meluas. Berdasarkan laporan terbaru, bencana kekeringan telah melanda 241 desa/kelurahan pada 59 kecamatan di enam kabupaten/kota.

BPBD NTB menyebutkan masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat bencana kekeringan sebanyak 507.176 jiwa atau 134.650 KK. Sebanyak tiga Pemda Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa sudah meminta bantuan ke Pemprov NTB untuk distribusi air bersih ke masyarakat terdampak. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional