Belasan Warga Lobar Terserang DBD, Pegawai Dikes Meninggal Saat Pengasapan

Giri Menang (Suara NTB) – Pegawai dinas kesehatan, Putu Tangkas Wintare, SKm meninggal dunia saat melakukan pengasapan (pengasapan) di wilayah Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar. Penyebab meninggalnya diduga terkena serangan jantung. Petugas ini sebelumnya melakukan pengasapan di wilayah Gerung, menyusul jumlah warga yang terindikasi mengidap DBD di daerah Lobar meningkat mencapai belasan orang dalam beberapa waktu terakhir ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Aan Suryanatha mengtakan, petugas Dikes yang meninggal dunia tersebut, saat bekerja melakukan pengasapan di daerah Lembar.

Iklan

“Petugas Dikes meninggal saat bekerja melakukan pengasapan di Lembar, bersangkutan terkena serangan jantung,” jelas Aan.

Dijelaskan, korban diketahui petugas di bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Korban sendiri dikenal rajin sehingga pihak dinas mengaku kehilangan pegawai terbaiknya. Pihak dinas telah melakukan upacara pelepasan di kantor selanjutnya jenazah dikirim ke kediamannya di daerah Mambal, Bali.

Dijelaskan, terkait kasus DBD di wilayah Lobar relatif tinggi. Seperti di daerah Lembar masuk beberapa laporan warga terkena DBD, sehingga menindaklanjuti laporan itulah pihaknya melakukan pengasapan di daerah setempat. Selain di Lembar, di daerah Gerung juga banyak warga terjangkit DBD seperti di daerah Reyan terdapat tujuh orang suspek DBD.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Gerung, Andang Sari menyatakan, petugas pengasapan yang meninggal di daerah Jakem Lembar sehari sebelumnya melakukan pengasapan di daerah Gerung. Petugas turun melakukan pengasapan di daerah Gerung, lantaran banyak warga terjangkit DBD. Diakuinya, jumlah warga setempat yang terkena DBD sebanyak tujuh orang.

“Di wilayah Reyan itu ada 7 warga terkena DBD,”jelas Andang Sari. Wilayah ini jelasnya, masuk dalam perhatian serius pihaknya sebab masalah di wilayah ini terdapat jentik nyamuk pembawa wabah DBD.

  Tiga Kecamatan di Lobar Rawan Konflik Tapal Batas

Menurutnya, di wilayah ini memang bersih halamannya namun jentiknya bisa saja berada di belakang kulkas dan tempat air minum dispenser. Disitulah terdapat jentik nyamuk DBD yang tak disadari oleh warga setempat.

Pihaknya beberapa kali melakukan pengasapan di daerah ini, namun tak ada dampaknya disebabkan masyarakat tak melakukan pembersihan sarang jentik nyamuk. DBD akan tetap ada jika tidak dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Pengasapan tidak berdampak kalau masyarakat tidak memperhatikan tempat jentik nyamuk ini,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here