Belasan Ribu Tenaga Kesehatan di NTB Prioritas Divaksin Covid-19

Persiapan simulasi vaksinasi COVID-19. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat menginformasikan, vaksin Covid-19 mulai diadakan November mendatang. Sebagai garda terdepan penanganan pasien Covid-19, belasan ribu tenaga kesehatan (Nakes) di NTB akan diprioritaskan untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P3L) Dinas Kesehatan NTB, IDG. Oka Wiguna, SKM., M. Kes., mengatakan, pengadaan vaksin Covid-19 yang mulai dilakukan November mendatang merupakan berita yang bagus.

Iklan

‘’Ini kita belum dapat panduannya. Kalau dilihat dari proporsi, distribusinya seluruh provinsi kelihatan dapat. Tapi jumlahnya kita belum tahu,’’ ujar Oka Wiguna dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 13 Oktober 2020.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pemerintah Pusat, tenaga kesehatan menjadi prioritas utama untuk dilakukan vaksinasi. ‘’Sasaran (vaksinasi) yang di luar Nakes seperti apa, dipetakan nanti,’’ katanya.

Oka mengatakan, Pemda sedang melakukan persiapan jika vaksinasi mulai dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Ia menjelaskan, NTB sudah terbiasa melakukan vaksinasi dalam skala jumlah yang besar.

‘’Kalau betul bulan depan, kita persiapan. Kalau masalah vaksinasi, imunisasi itu, kita sudah biasa melakukannya. Cuma mungkin sasarannya yang banyak sehingga petugas ditingkatkan (ditambah),’’ ujarnya.

Semakin cepat vaksinasi Covid-19 dilakukan, maka akan semakin bagus. Dijelaskan, tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit akan menjadi prioritas.

‘’Di samping tenaga kesehatan di Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan), ada juga di manajemen seperti Dinas Kesehatan. Ada belasan ribu tenaga medis di NTB,’’ sebutnya.

Sebagaimana diketahui, ada 160 juta penduduk Indonesia yang akan divaksin Covid-19 sampai 2022 mendatang. Artinya, sekitar 70 persen penduduk akan divaksin Covid-19.

‘’Kalau saya dengar total coverage. Kita masih menunggu petunjuk. Kalau ada pedomannya, bisa kita hitung. Berapa sasarannya nanti,’’ ucapnya.

Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B.Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir bertemu dengan pimpinan perusahaan produsen vaksin Covid-19: Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

Pertemuan ini bertujuan untuk memfinalisasi pembelian vaksin Covid-19 yang telah dijajaki oleh Menteri BUMN dan Menteri Luar Negeri dan dalam konteks persiapan eksekusi vaksinasi, transfer teknologi, dan penjajakan regional production di Indonesia.

Vaksin dari ketiga perusahaan tersebut diketahui sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.  Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan. G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko dan Argentina.

Sementara itu Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile. Emergency Use Authorization dari Pemerintah Tiongkok telah diperoleh ketiga perusahaan tersebut pada bulan Juli 2020. Pemerintah UAE ikut memberikan emergency use authorization kepada G42/Sinopharm.

Tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada tanggal 14 Oktober 2020 untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin produksi Sinovac, dan Cansino. Sementara data untuk vaksin G42/Sinopharm akan diambil dari data uji klinis di UAE karena diproduksi di sana.

Kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino akan dijamin melalui partisipasi MUI dalam proses pengujian data, begitu juga dengan kehalalan vaksin G42/Sinopharm. Jumlah vaksin yang disanggupi oleh masing-masing perusahaan beragam, tergantung dari kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain.

Untuk tahun ini Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021. G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.

Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang. (nas)