Belasan Ribu Pengusaha Kecil di Lobar Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat, Agus Gunawan menyatakan pihaknya sudah menghitung dari 14 indikator kemiskinan salah satunya menaikkan pendapatan masyarakat kategori miskin sebesar Rp 600 ribu per bulan. Hal ini jelasnya termasuk tugas jajarannya, bagaimana menaikkan pendapatan masyarakat tersebut.

Terkait itu, pihaknya sudah mengklasifikasikan dari 17,38 persen kemiskinan di Lobar ternyata setelah dianalisis dari 21 usaha ada dua yang memberi kontribusi terhadap kemiskinan. Pertama industri olahan sebesar 5,3 persen dan sektor perdagangan ada 7,5 persen.

Iklan

“Totalnya dari dua lapangan usaha ini, ada 12,8 persen atau 13 ribu pelaku usaha kecil yang masih miskin karena penghasilannya masih Rp 600 ribu per bulan,” jelasnya.

Menurut mantan Kadishut ini, kontribusi kemiskinan dari dua lapangan usaha ini tinggi karena mencapai 12,8 persen atau setara 13 ribu orang. Di sini, jelas Agus, peranan dan fungsi pihaknya menyiapkan strategi untuk mengentaskan kemiskinan di dua lapangan usaha tersebut. Strategi yang dilakukan pihaknya melakukan Bimtek, disamping itu sarana prasarana, peralatan diintervensi.

Namun sebelum melakukan intervensi, pihaknya perlu mengkongkretkan data ini supaya by name by address (BDT). Hal ini penting agar mereka ini diketahui tempat tinggalnya. Setelah mendapatkan BDT, pihaknya menurunkan lagi dimana desanya. Menurutnya, perlu pemberian program mengacu data supaya bantuan ini arahnya jelas. Sebab, jika tanpa mengacu data, jelasnya maka intervensinya kurang maksimal. Barulah setelah BDT ada, diterapkan program untuk mengintervensi mereka.

Pihaknya menargetkan, 13 ribu pelaku usaha yang masih miskin ini bisa dituntaskan selama dua tahun. Tahun ini disasar 6.500 orang, tahun berikutnya 6.500 orang. Menurutnya, target ini optimis bisa dicapai melalui berbagai bantuan dari pusat dan daerah. “Memungkinkan dicapai, karena nanti ada bantuan dari pusat,” jelasnya. Disamping itu, nanti intervensi bisa melalui akses bantuan modal ke pengusaha kecil.

Pihaknya menargetkan dua tahun ini mengentaskan belasan ribu jiwa miskin yang terkonsetrasi di dua sektor tersebut.

Mengapa dua lapangan usaha ini menjadi penyumbang kemiskinan? Menurutnya karena dari 14 indikator ini terdapat juga di 21 lapangan usaha. Titik kelemahanannya, karena mereka ini termasuk di bawah sejahtera. “Makanya dua intervensi kami, yakni menaikkan pendapatan. Kedua perlu sinergisitas,” jelasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here