Belasan Motor Disita Polisi

Bima (Suara NTB) – Jajaran Satreskrim Polres Bima menyita 12 unit motor yang diduga hasil curian. Petugas juga mengamankan dua pelaku curanmor, Jb (18) dan Sp 17, warga desa Tolouwi Kecamatan Monta dan salah seorang kurir, inisial H.

DIAMANKAN (INSERT)

Iklan

Belasan motor yang disita itu sebagian tidak memiliki nomor kendaraan. Dan sebagiannya menggunakan pelat luar daerah Bima.

Kasat Reskrim Polres Bima Kabupaten, AKP Erikson, S.IK, Selasa (19/7/2016) mengatakan proses penangkapan berawal saat anggota Polres melakukan patroli rutin di jalan lintas Bima- Tente, Minggu (17/7/2016) pukul 18.00 wita. Pada saat melintas, tepatnya di Desa Belo Kecamatan Palibelo anggota melihat dua orang yang mencurigakan.

“Saat itu anggota langsung mendekati kedua pelaku ini kemudian memeriksa dan didapatkan barang bukti berupa dua biji kunci T serta dua unit motor yang diduga dipakai untuk beroperasi,” ucapnya.

Petugas kemudian membawa pelaku ke Mapolres Bima untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam pengakuannya, lanjut Kasat, keduanya mengakui telah menjalani profesi itu (curanmor) hampir satu tahun lebih dan berhasil mencuri belasan motor di wilayah Kabupaten Bima.

“Dua pelaku ini sudah beroperasi selama satu tahun. Kita kembangkan lagi kasus ini,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, pihaknya kemudian melakukan pengembangan. Mengingat berdasarkan pengakuan pelaku, motor yang selama ini dicuri ditampung di rumah salah seorang kurir di Kecamatan Monta.

“Tidak menunggu lama, anggota langsung ke TKP. Hasilnya delapan unit motor berhasil diamankan,” ujarnya.

Menurut Kasat, pada saat motor itu diamankan dan diangkut menggunakan mobil dalmas. Salah seorang warga inisial H, sempat melawan. Petugas terpaksa melumpuhkan kaki kanan oknum tersebut dengan timah panas.

“Kami amankan H ini karena diduga sebagai kurir. Namun kami menduga oknum ini juga penadah di wilayah kecamatan Monta,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik pelaku maupun kurir akan dikenakan pasal 363 ayat 1 3e, 4e juncto pasal 53 KUHP. Dengan ancaman lima tahun penjara.

“Yang jelas kasus ini akan terus dikembangkan. Saat ini pelaku dan kurir ini akan ditahan di ruang tahanan Polres Bima,” jelasnya.

Erikson menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan motor agar mengecek serta membawa kelengkapan administrasi seperti STNK dan BPKB asli. Selain itu masyarakat juga diminta untuk tidak membeli kendaraan yang tidak lengkap (bodong).

“Kami berharap masyarakat bersikap kooperatif. Melaporkan dan menginformasikan kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus curanmor ini,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here