Belasan Miliar Uang Rupiah Dikarantina Selama 14 Hari

Ilustrasi BLT DD (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Sejak merebaknya virus Covid-19, Bank Indonesia melakukan sejumlah langkah-langkah antisipasi dan pencegahan penularan virus. Salah satunya, melakukan karantina rupiah.

Sejak tanggal 16 sampai tanggal 24 Maret 2020, Bank Indonesia di NTB telah mengarantina uang rupiah senilai Rp Rp157,9 miliar. Terdiri dari semua pecahan nilai mata uang.

Iklan

“Uang yang dikarantina, rata-rata uang yang disetor bank,” kata Deputi Bidang Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Iwan Kurniawan.

Dalam beberapa waktu terakhir, Bank Indonesia memperlakukan secara khusus uang-uang yang masuk (inflow) ke Bank Indonesia. Tanpa terkecuali, seluruh uang dibungkus dengan plastik kedap udara. Kemudian selama 14 hari uang-uang ini dikarantina di ruang khusus.

Belakangan beredar informasi tentang potensi penularan virus Covid-19 melalui uang. Masyarakat menjadi lebih wanti-wanti bertransaksi langsung dengan uang tunai. Karena informasi tersebut, Iwan mengatakan upaya pencegahan penularan virus dengan sterilisasi uang.

Pada kondisi normal, setiap yang masuk ke Bank Indonesia, disetor oleh perbankan, terlebih dahulu dipilah. Mana fisik yang yang masuk dinyatakan masih layak diedarkan, dan mana fisik uang yang lusuh dan sudah tak lagi layak digunakan bertransaksi.

“Dipilih dulu, mana yang layak edar (masih bagus). Dan mana yang tidak layak edar, dipisah untuk dihancurkan. Sekarang sudah beda. Semua uang masuk langsung diplastik. Dan dikarantina, besok setelah selesai karantina (14 hari) baru dipilah mana yang akan dihancurkan dan mana yang masih layak diedarkan,” jelas Iwan.

Bank Indonesia juga menerakan SOP. Petugas diharuskan menggunakan masker, sarung tangan. Dan diyakinkan steril sebelum beraktivitas. Selain itu, ruang penyimpanan uang juga disemprot disinfektan untuk mencegah potensi penularan. Karantina uang, kata Iwan, akan terus dilakukan. Hingga dipastikan wabah corona hilang.

Dibagian lain, Iwan juga menjelaskan, sejak mewabahnya virus corona, belum terlihat ada tanda-tanda masyarakat beramai-ramai menarik uang untuk persediaan uang tunai mengantisipasi kebutuhan. Meskipun terjadi kenaikan jumlah uang keluar dari Bank Indonesia (Outflow), historisnya masih sama.

“Memang ada kenaikan jumlah uang keluar. Bisa jadi karena proyek-proyek sudah mulai jalan. Penggajian, atau untuk membeli kebutuhan jelang puas,” demikian Iwan. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional