Belasan Kasus Kebakaran Lahan di Sumbawa

Tata Kostara. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kebakaran lahan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa masih terjadi. Sejak Januari hingga awal Agustus 2021 ini tercatat sudah 14 kejadian yang  ditangani Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.

Kebakaran lahan tersebut, di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Lopok masing-masing 3 kejadian, Unter Iwes dan Moyo Utara masing-masing 2 kejadian. Sedangkan di Kecamatan Labuhan Badas, Plampang, Lenangguar dan Utan masing-masing 1 kejadian.

Iklan

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara membenarkan hal tersebut. Kejadian kebakaran ini kebanyakan pertama karena pembakaran sampah yang berdampak pada lahan di sekitar. Ada juga beberapa tempat yang sengaja dibakar. “Pembakaran lahan ini berdampak luas. Seperti kemarin di wilayah Samota,” ujarnya, Rabu, 4 Agustus 2021.

Berdasarkan perkiraan BMKG, jelasnya, puncak musim kemarau akan berlangsung di bulan Agustus ini. Itu akan berdampak kepada rentannya potensi lahan terbakar. Apalagi yang memang sengaja dibakar. Dalam hal ini, pembakaran lahan masih berpotensi terjadi. Apalagi menghadapi musim penghujan untuk penyiapan lahan. “Kalau kita melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terutama menghadapi musim hujan, akan berpotensi sangat besar terjadi pembakaran lahan ini. Saya perkirakan Paling sekitar Oktober sudah mulai persiapan lahan para petani,” terangnya.

Terhadap kejadian kebakaran ini, pihaknya tetap siaga di masing-masing pos. Selain kesiapan personel, sarana prasarana juga tetap disiapkan. Tetapi dengan luasnya wilayah Kabupaten Sumbawa, pihaknya akan kesulitan menangani apabila terjadi kebakaran lahan. Terutama di lahan yang sulit terjangkau atau tidak ada akses jalan. “Ini akan menyulitkan. Ada kemarin di sekitar wilayah Sering menuju Pelat, itu tidak bisa terjangkau oleh armada kita. Sehingga kita mengantisipasi apabila mendekati pemukiman baru kita bisa tangani. Karena akses ke dalam juga tidak bisa kita jangkau dan selang yang ada juga tidak cukup panjang untuk sampai ke titik apinya,” ungkapnya.

Karenanya, pihaknya juga berharap kepada masyarakat untuk lebih bijak apabila akan membakar sampah, limbah pertanian atau persiapan musim tanam. Karena dikhawatirkan dampaknya meluas ke lahan sekitar. Sehingga api akan sulit dikendalikan. (ind)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional