Belasan Desa di Bima Rawan Bencana Banjir Gunung

Koordinator TRC BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan melakukan pengecekan langsung jembatan yang terputus di desa Waro Kecamatan Monta dampak banjir gunung belum lama ini.(Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Belasan Desa yang tersebar beberapa Kecamatan di Kabupaten Bima dipetakan Tim Reaksi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) rawan terjadi bencana banjir gunung akibat hutan gundul.

Belasan Desa hasil pemetaan TRC BPBD Kabupaten Bima tersebut seperti Naru, Nisa Pandai, Ngali, Cenggu, Belo, Bre, Ragi, Nata Teke, Simpasai, Sie dan Tangga serta Laju.

Iklan

Koordinator TRC BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Sos MM, mengaku belasan desa yang rawan banjir gunung itu tersebar di Kecamatan Woha, Palibelo, Belo, Monta dan Langgudu.

“Karena rawan banjir, belasan desa ini sebagai prioritas kami turun langsung dan pantau kondisi lapangan,” katanya kepada Suara NTB, Jumat, 21 Februari 2020.

Menurut Bambang penyabab terjadinya bencana, seperti banjir karena faktor alam dan manusia. Yakni hujan deras dalam waktu yang sangat lama serta penebangan hutan sembarangan (liar). “Di Kabupaten Bima sendiri bencana banjir gunung salahsatu yang rawan yang terjadi, akibat hutan gundul,” katanya.

Ia menjelaskan, banjir gunung terjadi di wilayah Kecamatan Monta, belum lama ini. Penyebab banjir itu akibat gundulnya hutan di sekitar kawasan dam Laju Kecamatan Langgudu. “Dampak banjir ini menyebabkan dua jembatan terputus di Waro dan Simpasai. Soal ini kita sudah laporkan ke OPD teknis terkait,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, banjir tersebut juga mengakibatkan jembatan di Desa Simpasai yang menjadi kewenangan Pemprov NTB kembali terputus setelah sebelumnya dibuatkan jembatan alternatif oleh warga setempat.

“Jembatan ini merupakan akses ekonomi warga Kecamatan Monta dan Langgudu. Tahun lalu sempat terputus kemudian dibuatkan jembatan alternatif. Tapi kini kembali terputus lagi,” katanya.

Terkait rawan terjadinya banjir gunung, Bambang meminta Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk mengimbau warganya agar tetap meningkatkan kewaspadaan. TRC BPBD juga akan tetap melakukan monotir dan pemantauan “Kita tetap siaga, bila keadaan darurat akan turun ke lokasi. Tapi mudah-mudahan tidak ada bencana yang terjadi,” harapnya. (uki)