Belasan ASN di Lobar Bakal Diberhentikan Tidak Hormat

Ilustrasi

Giri Menang (Suara NTB) – Sekda Lombok Barat (Lobar) sudah mengantongi daftar nama sejumlah aparatur sipil Negara (ASN) yang kemungkinan diberhentikan dengan tidak hormat. ASN yang akan diberhentikan dengan tidak hormat ini merupakan permintaan pemerintah pusat pada daerah untuk segera diproses.

“Kami sudah punya daftar teman-teman yang kena. Sudah terdata belasan orang,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Moh. Taufiq, akhir pekan kemarin.

Iklan

Menurutnya, dari sekitar belasan ASN, terdapat 3 orang yang sudah ditetapkan bersalah di pengadilan, 3 orang sudah diberhentikan sementara dan 4 orang dalam konsultasi hukuman. Termasuk oknum guru yang diduga mengedarkan narkoba yang tengah dalam proses hukum. “Yang empat masih taraf konsultasi itu, karena orang itu pernah kita hukum penurunan jabatan dan pangkat dan keluarlah SKB tiga menteri itu,” jelasnya.

Sesuai dengan SKB tiga menteri itu, bagi ASN yang masih disangkakan melakukan tindak pidaha harus diberhentikan sementara dan hanya menerima setengah gaji. Sedangkan jika telah inkracht di pengadilan, maka yang bersangkutan harus diberhentikan dengan tidak hormat. Namun Pemkab Lobar masih menunggu juklak juknis dari pemerintah pusat terkait pemberhentian itu.

Meski demikian Bupati Lobar H. Fauzan Khalid diberikan waktu hingga akhir Desember untuk memberhentikan ASN korupsi dan narkoba itu. Sebab jika hingga batas waktu itu tidak dilakukan, bupati akan menerima teguran.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar, Suparlan mengaku sudah berangkat ke pusat untuk mengkonsultasikan hal itu. Pihaknyapun berharap agara juklak juknis itu bisa segera diterima.

“Masih tetap juga menunggu juklak,” ucapnya. SKB tiga menteri ini pun diharapkan dapat menghukum otak dari tindak korupsi. Sebab terdapat beberapa ASN yang justru hanya turut melakukan, akibat desakan. (her)