Belanja Sewa Ekskavator Setda Kabupaten Bima, Indikasi Korupsi Dobel Anggaran Didalami

Tomo Sitepu. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Angaran sewa ekskavator pada Setda Kabupaten Bima 2018-2020 diduga memiliki anggaran yang sama di tempat lain. Salah satunya diduga fiktif. Kejati NTB intens mengumpulkan keterangan dan data sepanjang pekan lalu. Indikasi korupsinya masih didalami. “Kita belum tahu itu fiktif atau tidak. Kita kroscek dulu. Anggaran di sekretariat ada di beberapa titik. Di PU juga ada swakelola. Kalau tumpang tindih ada duplikasi anggaran dong, kita cek dulu,” ungkap Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu, ditemui akhir pekan lalu.

Belanja sewa ekskavator ini ditender melalui Setda Kabupaten Bima sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 dengan pagu anggaran setiap tahunnya Rp500 juta. Berdasarkan data LPSE Kabupaten Bima, rinciannya dengan kualifikasi kemampuan menyediakan penyediaan tiga unit ekskavator, satu unit dozer, tiga unit dump truck, dan satu unit mobil tronton pengangkut alat berat. Pada tahun 2018, tender ini dimenangi PT SR dengan penawaran Rp497,17 juta.

Iklan

Perusahaan yang sama memenangi tender lagi tahun 2019 dengan penawaran Rp497,5 juta; dan tahun 2020 Rp496 juta. Sementara DInas PU Kabupaten Bima mempunyai anggaran yang sama pada proyek-proyek fisik yang dikerjakan. “Ekskavator ini laporannya ada duplikasi anggaran. Laporannya sudah lama itu. Tahun 2020. Kita kumpulkan data dulu. Kita cek dulu,” tandas Tomo.

Kejati NTB mengusut dugaan belanja fiktif sewa ekskavator pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bima. Setiap tahunnya, belanja sewa ditender dengan pagu Rp500 juta. Tetapi, anggaran yang sama juga muncul di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bima. Dalam penyelidikannya, Kepala Dinas PU Kabupaten Bima, kemudian Asisten pada Setda Kabupaten Bima, serta Kabag dan Kasubbag pada Setda Kabupaten Bima dimintai keterangan. Sekurangnya 15 orang sudah diklarifikasi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional