Belajar Tatap Muka Sesuai SOP, SMK Jajaki Iduka untuk PKL Siswa

Suasana pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Mataram yang menerapkan protokol kesehatan cegah penularan Covid-19.  (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran Tatap Muka   jenjang SMA, SMK, dan SLB mulai dilaksanakan sejak Senin (4/1) lalu, 4 Januari 2021. SMK mulai menjajaki pihak Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (Iduka) untuk pelaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa.

Kepala SMKN 1 Mataram, H. Zumri pada Kamis, 7 Januari 2021 menyampaikan, pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Mataram dilaksanakan sesuai Standard Operational Procedure (SOP) dari Dinas Dikbud NTB. Penekanan materi tetap mengacu kurikulum darurat di masa pandemi Covid-19, baik untuk teori maupun pratik. Saat ini juga sedang dilakukan penjajakan dengan industri yang siap menerima siswa PKL.

“Alhamdulillah data yang masuk sampai hari ini sudah 65 persen siap menerima dari 94 Iduka,” kata Zumri.

Menurutnya, apabila ada siswa yang tidak tertampung di tempat PKL. Maka akan diupayakan untuk diberikan materi PKL di sekolah dengan menghadirkan mentor dan guru tamu dari Iduka. Untuk kelas XII akan PKL di industri yang siap menerima selama dua bulan. Rencana PKL akan dilaksanakan sejak tanggal 14 Januari sampai dengan 14 Maret 2021.

Sementara itu, pembelajaran tatap muka di SMKN 1 Mataram dilaksanakan dalam dua sif, yaitu sif pertama pada pukul 07.00 Wita sampai dengan 10.30 Wita. Sedangkan sif kedua pada pukul 11.00 Wita sampai dengan 14.30 Wita.

Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., MM., menyampaikan, pembelajaran teori dan praktik tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan SOP yang sudah ditetapkan. Terkait PKL, pihaknya mengikuti arahan SOP dari Dinas Dikbud NTB dengan memperhatikan semua aspek, terutama dengan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., menyampaikan, khusus SMK, agar melakukan identifikasi dan penjajakan terhadap Iduka yang siap menyerap peserta didik untuk melakukan PKL. “Dengan memperhatikan kemungkinan terlaksananya protokol Covid-19 secara baik pada Iduka dimaksud,” ujarnya. (ron)