Belajar Tatap Muka Madrasah di Mataram Berjalan Lancar

Penjemputan murid di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Mataram, Kamis, 21 Januari 2021. Setiap siswa yang dijemput dipanggil menggunakan pengeras suara untuk menghindari kerumunan.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Setelah sepekan melaksanakan simulasi belajar tatap muka, seluruh madrasah di Kota Mataram diharapkan dapat mempertahankan penerapan protokol kesehatan (prokes). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, H. Muhammad Amin, menyebut hal tersebut dapat dicapai terutam dengan kerjasam antara madrasah dan orangtua peserta didik.

“Simulasi yang sekarang sudah kita laksanakan sejak Kamis, 14 Januari 2021. Teman-teman dari pengawas juga sudah turun ke lapangan memantau pelaksanan simulasi itu, tinggal mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Karena yang terpenting kita terus memperkuat protokol kesehatannya,” ujar Amin, Kamis, 21 Januari 2021.

Iklan

Diterangkan, di masing-masing sekolah prokes menjadi syarat utama untuk melaksanakan belajar tatap muka. Mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga proses penjemputan yang tidak menimbulkan kerumunan massa dari orangtua peserta didik.

“Ketika orangtua menjemput, kita atur bagaimana ketika anak keluar itu langsung dijemput. Sampai seperti itu kerja sam antara madrasah kita dengan orangtua peserta didik,” jelasnya. Selain itu, penerapan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta menjaga jarak juga harus diterapkan oleh semua pihak yang terlibat dalam simulasi.

Untuk itu, seluruh madrasah juga diharuskan mengatur tempat duduk dan kapasitas siswa pada satu kelas; menjaga siswa agar tidak berkerumun. Simulasi dilaksanakan bersamaan dengan satuan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP yang ada di Mataram. “Aturannya juga sama dengan yang diterapkan Dinas Pendidikan. Kebijakan yang sam adari Pak Walikota,” ujar Amin.

Menurutnya hampir seluruh Madrasah di Mataram telah memulai simulasi belajar tatap muka tersebut. Jumlah madrasah di Kota Mataram sebanyak 130-140 unit, mulai dari tingkat Raudatul Atfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Nanti kita evaluasi lagi tanggal 28, mana yang berhak untuk membuka dan mana yang tidak pada 1 Febaruari nanti,” jelas Amin. Diterangkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi berkala selama sepekan terakhir simulasi dilakukan. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional