Belajar Tatap Muka Hanya untuk Siswa Kelas Akhir

H. Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menegaskan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka hanya boleh diikuti oleh siswa kelas akhir di jenjang SD, SMP, dan SMA. Hal itu berlaku di semua zona penyebaran Covid-19. Sementara bagi siswa selain kelas akhir melaksanakan pembelajaran secara daring atau Belajar dari Rumah (BDR).

Demikian ditegaskan oleh Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr.H Aidy Furqan, M.Pd pada Selasa, 26 Januari 2021 melalui surat Nomor : 421 /095.UM/Dikbud tanggal 26 Januari 2021 perihal Penegasan Kedua Layanan Belajar Tatap Muka Masa Pandemi Covid-19. Ia menyampaikan, berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 nomor : 360/112/BPBD.NTB/I/2021 tanggal 22 Januari 2021 perihal Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka diminta layanan pembelajaran tatap muka secara langsung hanya bagi kelas akhir.

Iklan

Ia menerangkan, kelas akhir yaitu VI, IX, dan XII. Selain kelas akhir layanan pembelajaran dilakukan melalui daring atau BDR. “Kecuali untuk kegiatan praktik di laboratorium sekolah, atau di ruang praktek kerja siswa dengan ketat melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan, untuk sekolah yang berada di daerah zona merah penyebaran Covid-19, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten/kota bersama kepala sekolah untuk melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Kabupaten/Kota dalam hal pelaksanaan layanan pembelajaran. “Dapat menentukan layanan pembelajaran sesuai dengan surat penegasan yang dikeluarkan,” kata Aidy.

Terkait pengaturan layanan tatap muka dan pratikum ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Serta dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota. “Untuk melaksanakan layanan pembelajaran tatap muka agar tetap mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP),” ujar Aidy.

Kepala Seksi Kurikulum pada Bidang Pembinaan SMA, Purni Susanto menyampaikan, belajar dari rumah khusus zona merah atau menggunakan simulasi terjadwal. Sementara khusus zona kuning dan oranye, pembelajaran tatap muka diutamakan bagi kelas akhir dengan pertimbangan mereka akan segera menghadapi ujian sekolah sebagai syarat kelulusannya. “Siswa kelas X dan XI tetap BDR,” ujarnya. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional