Belajar Tatap Muka Ditunda, Masyarakat Kota Mataram Diminta Bersabar

Guru SMPN 13 Mataram menggelar rapat menyusul ditundanya belajar tatap muka oleh Pemkot Mataram, Selasa, 5 Januiari 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pembelajaran tatap muka sekolah-sekolah jenjang TK, SD, dan SMP yang akan dimulai Selasa, 5 Januari 2021 ditunda. Padahal sebelumnya, pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram telah mengeluarkan surat edaran tentang pembalajaran pada masa pandemi Covid 19 tertanggal 30 Desember 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali, meminta agar masyarakat dan orang tua bersabar atas keputusan penundaan kembali belajar tatap muka.

“Rencana simulasi pembelajaran tatap muka yang kita rencanakan tanggal 5 Januari 2021 belum dapat terlaksana,” ungkapnya, Selasa, 5 Januari 2021.

Penundaan ini, ujarnya, disebabkan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kota Mataram dari hari ke hari semakin bertambah. Di samping itu adanya pro dan kontra masyarakat tentang rencana simulasi dan PBM masa Covid-19 tersebut cukup tinggi.

Oleh sebab itu, Pemkot Mataram di dalamnya Gugus Kerja Covid-19, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Kesehatan belum dapat memberikan izin kepada kegiatan pembelajaran di sekolah untuk tingkat TK, SD dan SMP sederajat.

Selain itu sesuai arahan Walikota Mataram pada acara pisah kenal Kapolres Kota Mataram tanggal 30 Desember 2020 lalu, tambahnya, seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Mataram harus menunggu izin resmi dari Forkopimda untuk melaksanakan kegiatan tatap muka di sekolah.

“Untuk itu kita bersabar karena kesehatan guru, siswa dan masyarakat itu yang lebih penting dan utama. Terima kasih tak terhingga dan permohonan maaf kepada para pengawas, Kepsek TK, SD, SMP sederajat yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk simulasi yang telah kita rencanakan,” ungkapnya.

Menyikapi batalnya pembelajaran tatap muka, sejumlah sekolah langsung menggelar rapat. Kepala SMPN 13 Mataram Ahmad Saehu, mengungkapkan informasi penundaan kembali belajar tatap muka langsung diterima dari Kepala Dinas Pendidikan.

Untuk itu pihaknya langsung mengambil langkah-langkah cepat dengan menggelar rapat perdana guna membahas langkah apa saja yang akan diambil selanjutnya. Rapat memutuskan untuk pembelajaran tetap dilakukan seperti pada semester gasal yaitu dengan pola daring dan luring.

“Menyikapi kebijakan pemerintah dan adanya surat edaran dari dinas terkait penundaan tatap muka. Meskipun banyak orang tua menyatakan mengizinkan anaknya sekolah, tapi dengan adanya edaran semua tidak berlaku,” jelasnya.

Ditundanya kegiatan belajar di sekolah mendapat tanggapan sejumlah wali murid. Mereka mengharapkan Pemkot Mataram mengizinkan kembali anak-anak belajar di sekolah. Abdullah, warga Pemamoran Monjok Mataram mengaku, lamanya anak tidak belajar secara langsung di sekolah berpengaruh terhadap mental dan pengetahuan anak.

‘’Anak-anak kalau tidak sekolah ya pegang HP. Mereka kadang-kadang lama berada di dalam kamar, tapi pekerjaannya main HP. Kalau bisa anak-anak sekolah saja, walau 2 kali atau sekali seminggu,’’ ujarnya pada Suara NTB.

Dengan masuknya anak-anak ke sekolah secara langsung, ujarnya, setidaknya anak-anak bisa kembali beradaptasi dengan teman-teman dan gurunya. Selama ini, anak-anak saat diminta mengerjakan tugas oleh guru melalui sistem pembelajaran dalam jaringan (daring) sering malas. Akibatnya, orang tua sering marah, karena anaknya tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Hal senada juga disampaikan salah satu orang tua murid di SDN 10 Mataram, Selasa, 5 Januari 2021. Di hadapan guru kelas menyampaikan bagaimana anaknya Raden Bagus sangat senang saat pihak sekolah mengumumkan belajar langsung di sekolah digelar 4 Januari 2021. Diakuinya, anaknya sudah bosan belajar di rumah dan kangen bertemu dengan teman-teman dan guru-gurunya. Termasuk, kangen dengan lingkungan sekolah.

Terkait hal ini, Endhiyah, S.Pd., salah satu guru di SDN 10 Mataram menegaskan, jika pihak sekolah sudah siap dengan belajar tatap muka secara langsung di sekolah. Pihak sekolah sudah menyiapkan masker, alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan saat belajar tatap muka secara langsung. Bahkan, pihak sekolah sudah mengatur tempat duduk murid selama di kelas dan diberikan nomor sesuai dengan nomor absen. ‘’Tapi kita belum diizinkan menggelar tatap muka secara langsung. Kita harus ikuti kebijakan pemerintah,’’ terangnya.

Mengantisipasi belum dibukanya kegiatan belajar di sekolah, pihaknya meminta wali murid mengembalikan buka tema ajar semester sebelumnya dan mengambil buku tema baru yang akan dipergunakan untuk belajar. ‘’Mulai besok (hari ini, red) kita kasih tugas pada anak,’’ ujarnya. (dys/ham)