Bekas Tekong Jadi Penyelundup Sabu 2 Ons

Tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB menggiring IA alias PJ, bekas tekong PMI tujuan Malaysia yang menyelundupkan sabu dari Batam, Kepulauan Riau, Senin, 3 Mei 2021.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 2 Ons sabu asal Batam, Kepulauan Riau batal dikirim ke Sumbawa. Pedagang sabunya, IA alias PJ sudah lebih dulu ditangkap di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Praya, Lombok Tengah. Sabu ini disimpan dalam koper. “Barangnya disimpan di dalam tas ransel abu-abu yang di dalamnya ada sabu dibungkus dengan kondom yang diselipkan di saku celana pendek,” ungkap Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra, Selasa, 4 Mei 2021.

PJ baru tiba dari Batam, Kepulauan Riau pada Senin lalu menggunakan penerbangan transit. Tapi dia tertahan di bandara karena orang yang hendak menjemputnya urung datang. Alasannya karena mobil yang dipakai menjemput rusak. Sabu yang diantarkan PJ ini merupakan pesanan seorang bandar yang dipesan seminggu sebelumnya. PJ memang punya kenalan banyak yang berkecimpung di bisnis narkoba. Satu Ons sabu dibeli Rp70 juta.

Iklan

Dari interogasi, PJ yang berasal dari Lendang Nangka, Masbagik, Lombok Timur ini sudah tiga tahun belakangan ini bekerja di Batam. PJ bertugas merekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebuah perusahaan. Penempatan PMI ke Malaysia sepi sehingga PJ diberhentikan dari pekerjaannya. Lepas bekerja sebagai tekong, PJ lalu meniti karir sebagai penjual sabu dengan memanfaatkan tabungannya. Modal tabungan itu dibelikan sabu. Dia dapat dua bungkus. “Satu mau dikirim ke Sumbawa. Satu lagi mau dia jual sendiri,” ujar Helmi.

PJ mengaku baru pertama kali membawa sabu ke Lombok. Niatnya dia pulang. Sambilannya berjualan sabu karena tuntutan sosial. Ketika pulang terlihat punya penghasilan. Penghasilan itu rencananya didapat dari berjualan sabu. Yang akhirnya batal karena PJ sudah lebih dulu tertangkap. (why)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional