Bedah Sungai Jangkuk Cairkan Banyak Kebuntuan

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah saat menyusuri Sungai Jangkuk menggunakan perahu karet. dan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dan Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani saat menyusuri Sungai Jangkuk menggunakan perahu karet . (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kegiatan bersih-bersih daerah sungai atau Bedah Sungai Jangkuk  yang dilaksanakan Pemprov NTB dan Pemkot Mataram minim keterlibatan masyarakat. Pantauan Suara NTB, kebanyakan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Mataram yang melakukan aksi bersih-bersih sungai Jangkuk.

Kegiatan Bedah Sungai Jangkuk dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc. Gubernur bersama Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menaiki perahu karet menyusuri Sungai Jangkuk  mengambil start dari Jembatan Udayana sampai Ampenan.

Iklan

Di perahu karet yang berbeda, ada juga Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah. Selain itu, ada juga Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Dikonfirmasi usai kegiatan bedah sungai di Pantai Ampenan Kota Mataram, Gubernur NTB mengatakan, minimnya keterlibatan masyarakat karena sekarang bukan hari  libur. Gubernur mengatakan upaya yang dilakukan Pemda  merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari sekarang.

‘’Pokoknya perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Ini langkah awal dalam menghela perjalanan yang masih sangat panjang,’’ ujar gubernur, Senin, 17 Desember 2018.

Dikatakan, kegiatan bedah sungai tersebut merupakan bagian dari upaya  menjadikan NTB sebagai provinsi bebas sampah 2023 mendatang. Pemprov bersama Pemkot Mataram mulai bergerak saat ini.

‘’Kalau kita nggak mulai-mulai, kita tidak akan bergerak maju. Saya kira ini momentum historis juga. Pak Wali, Wakil Walikota, Pak Danrem, Bu Wagub semuanya hadir. Melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keadaan sungai kita,’’ kata orang nomor satu di NTB ini.

Gubernur mengatakan saat satu perahu dengan Walikota Mataram saat menyusuri Sungai Jangkuk, banyak cerita yang didapatkan terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan Pemkot Mataram menata Sungai Jangkuk. Termasuk juga harapannya ke depan. Apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah provinsi.

Perjalanan hampir 4 Km menyusuri Sungai Jangkuk dari Jembatan Udayana sampai Ampenan banyak hal yang bisa dikerjasamakan ke depan antara Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemerintah Pusat. Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB ini mengungkapkan kegiatan susur sungai bersama Walikota Mataram tersebut mampu mencairkan banyak kebuntuan selama ini.

‘’Dan saya kira pola komunikasi ini harus dipelihara. Saya sebagai Gubernur NTB sangat beruntung. Karena komunikasi, relasi dengan semua bupati / walikota  sangat baik,’’ kata Doktor Zul.

Ditambahkan, pada Januari tahun depan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I akan melakukan normalisasi Sungai Jangkuk. Gubernur membayangkan, jika Sungai Jangkuk sudah dinormalisasi maka alangkah indahnya sungai yang membelah Ibukota Provinsi NTB tersebut. Ia membayangkan sungai-sungai yang ada di Kota Mataram seperti Singapura.

Bahkan, ia yakin jika sungai yang ada di Kota Mataram bersih dari sampah, tak kalah indah dengan sungai-sungai yang ada di luar negeri. Masyarakat, kata Doktor Zul akan sungkan membuang sampah jika melihat sungai yang indah.

Untuk penataan Sungai Jangkuk ini, gubernur cukup serius. Bahkan gubernur mengatakan akan memantau secara khusus agar normalisasi yang akan dilakukan BWS berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

‘’Saya akan pantau secara khusus supaya normalisasi ini berjalan sesuai yang diinginkan. Kalau normalisasi jalan, airnya mengalir sampai hilir, akan lebih banyak aktivitas ekonomi,’’ ujarnya.

Selain itu, gubernur mengatakan akan meminta semua OPD lingkup Pemprov NTB agar menyediakan bak-bak sampah di sepanjang Sungai Jangkuk. Sehingga masyarakat tak menjadikan sungai sebagai bak sampah.

Selama ini masyarakat membuang sampah ke sungai karena tempat pembuangan sampah tidak ada. Apalagi nanti kalau masyarakat  sudah bisa memilah sampah,  ada bank sampah yang akan membeli. Sehingga sampah akan berubah menjadi berkah bagi masyarakat.

‘’Setelah bersih dengan sendirinya ada kegiatan ekonomi. Dengan sendirinya akan banyak ide. Ide itu muncul setelah ada peristiwa,’’ tandas gubernur yang baru menjabat  kurang dari tiga bulan ini.

Walikota Mataram, TGH. Ahyar Abduh mengungkapkan bahwa di Kota Mataram ini terdapat lima sungai besar. Salah satunya adalah Sungai Jangkuk. Menurut pengalamannya waktu kecil, Sungai Jangkuk ini menjadi tempat untuk mandi bersama sahabat-sahabatnya.

Untuk itu, agar tetap lestari, Walikota Mataram mengajak masyarakat untuk menjaga sungai. Terutama tidak membuang sampah ke sungai. (nas)