Beda Sikap Asrul Sani dan Haerul Warisin di Pilkada Lotim

Selong (Suara NTB) – Menjelang pelaksanaan Pilkada Lombok Timur (Lotim) 2018 mendatang, sejumlah nama atau figur saat ini mulai bermunculan. Termasuk nama putra dari Bupati Lotim, H. Moch Ali Bin Dachlan, yakni drg. Asrul Sani. Asrul Sani yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim ini, disebut akan ikut bertarung dalam Pilkada Lotim.

Meski namanya santer disebut-sebut sejumlah kalangan, Asrul Sani menegaskan jika saat ini dirinya belum saatnya berbicara politik dan fokus bekerja mengabdikan dirinya kepada masyarakat selaku Kepala Dikes Lotim. “Politik itu belum waktunya kita bahas,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Pendopo Bupati Lotim, Jumat, 12 Mei 2017.

Iklan

Meskipun demikian, ia mengaku berterima kasih kepada sejumlah pihak yang menginginkannya maju untuk menduduki kursi Lotim satu dalam Pilkada 2018 mendatang. Menurutnya, dukungan itu merupakan aspirasi dari masyarakat yang harus dihargai dan juga perlu dipertimbangkan.

“Apabila berbicara politik, bisa saja kan di setiap puskesmas ataupun di ruas jalan kita pasang baliho imbauan agar masyarakat menjaga kesehatannya. Kita pajang foto kita besar-besar disana. Tapi kita tidak menginginkan itu, kita fokus pada amanah yang kita emban saat ini dan belum waktunya berbicara politik,”tegasnya lagi.

Berbicara masalah politik, sambungnya, sangat tepat jika dibahas pada akhir 2017 atau awal 2018 (Desember-Januari). Menurutnya, pada saat itu proses pendaftaran bagi para pasangan calon bupati maupun wakil bupati sudah mulai dibuka. Di sanalah para pasangan calon menyiapkan segala administrasi pencalonannya agar dapat lulus sebagai salah satu pasangan calon kepala daerah.

Sementara Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin, mengaku sudah mendaftar di enam partai politik (parpol). Namun, dirinya mengaku lupa nama-nama partai tempatnya mendaftar. “Enam partai itu lupa saya,” selorohnya.

Langkahnya pun terlihat makin memantapkan pilihan lewat jalur partai politik (parpol). Diketahui, pada Pilkada 2013 silam bersama H. Moch Ali Bin Dachlan digunakan jalur independen. Kini  diniatkan beralih ke partai politik, karena dorongan sejumlah pimpinan parpol.

Dituturkan, berdasarkan pengakuan dari sejumlah politisi, dirinya dinilai cukup berjasa di dalam parpol, sehingga dicoba nobatkan sebagai salah satu kandidat yang bisa memimpin Lotim pada periode 2018-2023 mendatang.

Awalnya, ia ingin meneruskan perjuangan lewat jalur independen. Tapi setelah main kalkulasi dan berbagai pertimbangan, pilihan kemudian jatuh melalui partai. Tawaran dari sejumlah pimpinan partai dirasa tidak mengenakannya untuk ditolak. Walau tidak banyak partai yang  menawarkan awalnya, tapi sangat dihargai.

Ditambahkan, dari enam partai yang dilamarnya untuk menjadi calon bupati sudah ada sejumlah partai yang merespon. Semua partai yang merespon meyakinkan semuanya memenuni syarat untuk mengusung pasangan calon. Untuk sementara, H. Haerul Warisin mendaftar sendiri dan belum bersama pasangan. “Saya masih sendiri dulu belum ada pasangan,”akunya.  (yon/rus)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here