Beberapa Kabupaten Belajar Perizinan “Online” ke Mataram

Mataram (Suara NTB) – Beberapa kabupaten di Pulau Lombok belajar penerapan perizinan dalam jaringan (daring/online) ke Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Kota Mataram. Sekretaris BPMP2T Kota Mataram, Bambang Juni Wartono kepada Suara NTB menyampaikan beberapa kabupaten yang belajar ke pihaknya yaitu Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.

BPMP2T mulai menerapkan program pengurusan perizinan daring tahun ini. Perencanaan penerapan program ini telah dimulai sejak 2014 lalu. Bambang mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya yaitu masih minimnya warga yang memanfaatkan layanan ini untuk mengurus perizinannya. Padahal dengan sistem ini, pengurusan perizinan bisa lebih mudah dan ringkas. Dimana pemohon tak perlu berkali-kali mendatangi Kantor BPMP2T.

Iklan

Namun disebutkan Bambang, dari beberapa daerah yang pernah dikunjungi, kendala penerapan layanan ini sama, yaitu minimnya pemohon yang memanfaatkan layanan ini. Salah satunya adalah Sidoarjo, Jawa Timur. “Sidoarjo saja yang termasuk dekat dengan kota besar, banyak perusahaan besar, peminatnya masih minim yang menggunakan layanan perizinan online ini,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan melalui sistem ini, di Sidoarjo diberlakukan satu hari khusus untuk melayani perizinan online dan pelayanan pengurusan izin secara langsung ditutup. Namun menurutnya hal tersebut belum memungkinkan untuk diberlakukan di Kota Mataram. Pihaknya ingin menggencarkan sosialisasi terkait layanan ini, salah satunya melalui media sehingga warga bisa lebih memahami alur bagaimana mengurus perizinan lewat sistem online.

Para pemohon izin bisa mengurus permohonannya melalui situs yang telah disediakan yaitu simyandu.mataramkota.go.id. Untuk mengantisipasi peretas juga telah disiapkan perangkatnya. Sebelum memohon perizinan lewat sistem tersebut, para pemohon harus mendaftar dan memiliki akun tersendiri.

Beberapa waktu lalu, Kepala BPMP2T Kota Mataram, Drs. Cokorda Sudira Muliarsa menerangkan setelah pemohon izin mendaftar dan memiliki akun sendiri, jika akan mengajukan permohonan izin tinggal mengisi formulir yang telah disediakan, sesuai dengan jenis izin yang akan diurus.

Jika para pemohon izin kurang jelas dengan beberapa keterangan, maka bisa langsung berkomunikasi dengan operator lewat situs tersebut. Di samping itu, di situs tersebut juga dicantumkan layanan pesan singkat (SMS getaway) sehingga memudahkan para pemohon.

Fitur atau konten dalam situs tersebut juga telah dilengkapi sesuai dengan alur pelayanan perizinan. “Sudah lengkap tercantum di sana termasuk SOP (standar operasional prosedur), mekanisme, persyaratan dan biaya yang dibutuhkan,” terangnya. Jika pemohon telah memasukkan berkasnya, maka bisa dipantau sampai di mana proses permohonan izinnya. “Dari SMS getaway nanti akan disampaikan berapa biaya retribusi dari pengurusan izinnya atau jika tidak ada biaya akan diinformasikan juga,” jelasnya.

Walaupun bebas diakses kapanpun, namun operator hanya memantau sesuai dengan jam kerja. Pegawai yang berada di setiap alur proses permohonan izin juga berlaku sebagai operator, sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian akan mudah terpantau oleh pemohon sampai sejauh mana permohonannya diproses. (ynt)