BDR, SLB akan Lakukan Kunjungan Rumah

Pelaksanaan MPLS di SLBN 2 Mataram dengan pendampingan dari orang tua siswa dan penerapan protokol kesehatan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pembelajaran di awal tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan dengan konsep Belajar dari Rumah (BDR), termasuk juga di Sekolah Luar Biasa (SLB). Oleh karena itu pihak SLB menyesuaikan dengan perkembangan anak berkebutuhan khusus, salah satunya dengan melakukan rumah atau home visit.

Kepala SLBN 2 Mataram, Winarna, M.Pd., pada Rabu, 22 Juli 2020 mengatakan, pihaknya akan melaksanakan kembali belajar dari rumah pada awal tahun ajaran baru ini. Namun guru-guru juga selalu siap berada di sekolah setiap hari. Pihaknya juga akan memprogramkan kunjungan rumah. “Nanti kami akan programkan home visit. Terlebih siswa baru ini agak susah dideteksi perkembangannya,” ujarnya.

Iklan

Pembelajaran jarak jauh sudah dilakukan pihaknya sejak masa pandemi, sebelumnya  terkait dengan penugasan yang diberikan, pihaknya memberikan materi yang diambil oleh orang tua siswa ke sekolah. Kemudian hasil dari tugas itu diserahkan ke guru dan dilaporkan di Dinas Dikbud NTB.

Di samping itu, SLBN 2 Mataram melaksanakan kegiatan MPLS pada pekan ini. sebanyak 22 orang siswa baru dibagi menjadi dua kelompok agar lebih nyaman dan mudah diktontrol. Winarna menjelaskan, fokus materi khusus murid SD dan TK tentang cara menjaga diri terkait merawat dan menolong diri. “Selanjutnya baru materi sosialisasi dan pembimbingan karakter. Anak-anak juga diperkenalkan lingkungan sekolah seperti kelas, toilet, dan lain-lain,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan MPLS di SLB berlangsung dua hari pada Senin, 20 Juli 2020 dan Selasa, 21 Juli 2020. Walau pelaksanaan tidak boleh tatap muka, tapi MPLS di SLB tidak bisa terlaksana kalau tidak secara tatap muka.

“Karena nemang objek kita beda yaitu ABK. Makanya diambil dua hari dengan tidak boleh lebih dari 4 jam dengan mempertimbangkan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya didampingi orang tua masing-masing,” jelasnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here