BBPOM Temukan Ratusan Iklan Obat dan Suplemen Abal-abal di NTB

Mataram (suarantb.com) – Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengatakan ada temuan ratusan iklan obat tradisional, kosmetik, suplemen dan pangan abal-abal di NTB. Iklan tersebut dikatakan mengandung unsur kebohongan dan menyesatkan, seperti testimoni yang tak jelas kebenarannya.

“Ada ratusan iklan obat tradisional, kosmetik, ada suplemen kesehatan dan pangan itu yang akan kita awasi total. Banyak kan iklan obat tradisional di situ kan ada testimoni. Sebenarnya iklan itu tidak boleh ada testimoni,” ujarnya ditemui pada acara Sosialisasi Ketentuan Iklan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan di Mataram, Rabu, 25 Oktober 2017.

Iklan

Suarningsih menjelaskan BBPOM Mataram hanya melakukan pengawasan dari sisi produk saja. Kebanyakan produk yang diiklankan tersebut adalah produk yang berasal dari luar daerah. “Kami sebenarnya dari sisi produk saja pengawasannya. Misalnya obat kuat, bisa membesarkan. Betul itu, tapi itu kan kurang objektif. Seperti itulah,” jelasnya.

Sementara terhadap media yang menayangkan, baik media cetak dan media elektronik diakuinya segera diberikan surat imbauan. Agar tak lagi menayangkan iklan tersebut. “Kita bersuratnya pada media supaya tidak menayangkan iklan ini lagi. Sudah banyak yang dilayangkan,” imbuhnya.

Wakil Gubernur NTB, H Muh. Amin yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik aksi BBPOM. Menurutnya, masyarakat harus dilindungi dari produk-produk yang bisa merusak kesehatan.

“Kita harus memproteksi, melindungi konsumen jangan sampai tergiur dengan produk obat makanan dan suplemen yg merusak kesehatan. Sudah cantik, mau cantik lagi, ternyata beli obat malah merusak,” tandasnya.

Amin juga menyatakan pengawasan terhadap iklan produk ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat. Hanya saja, produsen perlu memperhatikan agar iklan produknya jangan sampai melanggar ketentuan yang berlaku. (ros)