BBPOM Sidak Takjil, Ini Hasil Temuannya

Mataram (suarantb.com) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram, Dinas Kesehatan NTB dan sejumlah instansi terkait sore tadi, Senin, 29 Mei 2017 melakukan sidak lapangan sejumlah lokasi penjualan takjil.

Lokasi yang dipilih adalah pusat-pusat keramaian yang dipadati penjaja makanan berbuka puasa ini. Diantaranya di Jalan Majapahit, Jalan Airlangga dan Bazar Ramadan di Islamic Center.

Iklan

Ditemu di Islamic Center Kepala BBPOM Mataram, NGAN Suarningsih menyampaikan dari 81 sampel makanan yang diambil hanya satu yang disebut tak layak konsumsi. “Sampel 81 makanan, hanya 1 yang tidak memenuhi persyaratan mutu, yaitu sambal pelecing. Sambalnya itu ada kandungan rhodamine,” jelasnya.

Rhodamine yang disebut Suarningsih diduga terkandung dalam terasi yang digunakan untuk membuat sambal tersebut. Ia menduga terasi tersebut diwarnai dengan pewarna tekstil. Di sinilah rhodamine tersebut berasal.

“Tadi kita sudah temui pedagang pelecingnya, kita ingatkan jangan membuat pelecing menggunakan terasi yang sekarang digunakan. Kita minta terasinya diganti,” ujarnya.

Terasi yang menggunakan pewarna merah tekstil, dicirikan warnanya tak merata. Warna merah yang dihasilkan menggumpal, tak seperti pewarna makanan warna merah yang dihasilkan merata.

“Jadi jangan beli terasi merah karena mengira kandungan udangnya banyak, tahunya itu pake pewarna tekstil. Mending beli terasi yang warnanya cokelat, lebih aman,” ujar Kadis Kesehatan NTB, dr Nurhandini Eka Dewi yang turut hadir.

Konsumsi makanan mengandung pewarna tekstil dalam waktu lama mengakibatkan menumpuknya bahan kimia dalam tubuh. Khususnya pada lambung dan usus, yang berpotensi menyebabkan terjadinya kanker.

“Kalau sudah menumpuk, akibatnya bisa mengganggu fungsi hati dan bisa menyebabkan kanker seperti kanker usus,” imbuhnya.

Meski ada temuan, Suarningsi menyatakan jumlahnya lebih sedikit dari tahun lalu. Presentasenya dari 9,8 persen tahun ini turun menjadi 1,2 persen. Hingga ia menyimpulkan, tingkat kesadaran masyarakat untuk menjual makanan yang sehat sudah meningkat.

“Tingkat kesadarannya meningkat, ternyata sosialisasi dan pembinaan yang kita lakukan ada hasilnya,” katanya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here