BBM Satu Harga, SPBU Kompak Lunyuk di Resmikan

Peresmian SPBU Kompak di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Komite BPH Migas, M. Ibnu Fajar didampingi Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Bid Perekonomian & Pembangunan, Didi Darsani dan Sales Executive Retail  V PT Pertamina (Persero), Sigit Wicaksono meresmikan Program BBM Satu Harga ke 109 di SPBU Kompak 56.834.16 Kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat .

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga  Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara Nasional memberi Amanah kepada BPH Migas sebagai Badan yang ditugasi untuk mengawal agar Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM khusus penugasan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia dengan harga yang sama.

Iklan

Implementasi program BBM Satu Harga diharapkan dapat menciptakan sistem yang dapat memudahkan masyarakat agar mudah mendapatkan BBM secara adil. “Jangan sampai ada hal-hal yang dapat mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM,” .kata Ibnu Fajar saat peresmian, Senin, 17 Desember 2018.

Pembangunan SPBU Kompak di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat lokasi geografis dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu dipastikan tepat sasaran peruntukannya.  Oleh karena itu perlu ada  pengawasan dari Pemerintah daerah dan Aparat agar Penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran, tidak boleh ada Industri dan oknum yang menikmati Program BBM Satu Harga ini.

Secara nasional, dari tahun 2017 sampai tahun 2019 akan dibangun 160 Penyalur BBM Satu harga. Pada tahun 2017 telah terbangun 57 Penyalur BBM Satu Harga dengan rincian 54 Penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 3 Penyalur oleh PT. AKR Corporindo, TBK. Untuk tahun ini (Tahun 2018) target Penyalur BBM Satu Harga sebanyak 73 penyalur dengan rincian 67 penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 6 penyalur oleh PT. AKR Corporindo, TBK.

“Realisasi sampai hari ini, termasuk Penyalur BBM Satu Harga Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, telah diresmikan 109 Penyalur BBM Satu Harga dengan rincian 103 penyalur oleh PT. Pertamina (Persero) dan 6 penyalur oleh PT. AKR Corporindo, TBK. Sedangkan pada tahun 2019, ditargetkan 29 Penyalur beroperasi oleh PT Pertamina (Persero) dan 1 Penyalur oleh PT AKR Corporindo, Tbk,” terang Ibnu Fajar.

Sebelum program BBM Satu Harga bergulir, masyarakat yang berada di kawasan terluar dan perbatasan Indonesia membeli BBM dengan harga berkali-kali lipat dari harga di kota besar. Dengan diresmikankannya Program BBM Satu Harga ke-109 di SPBU KOMPAK 56.834.16 ini, Masyarakat NTB khususnya Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Lunyuk , kini bisa menikmati bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama seperti di Pulau Jawa.

Sebelum adanya Program BBM Satu Harga di  Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Lunyuk Harga Premimum Rp9.000,-/liter dan Solar sebesar Rp8.000,-/liter. Setelah Program BBM 1 Harga ini, Harga Premium menjadi Rp6.450,/lliter dan Solar Rp5.150,-/liter.

Program BBM Satu Harga ini tidak lepas berkat kebijakan yang dirilis langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Yahukimo, Papua, Oktober tahun 2016. Pemerintah berkomitmen untuk menyukseskan program ini untuk menciptakan harga bahan bakar yang sama antar daerah. Berbagai moda transportasi juga digunakan untuk memperlancar distribusi BBM, termasuk mengoperasikan pesawat pengangkut BBM ke sejumlah wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan terluar).

Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), M. Fanshurullah Asa mengatakan, BPH Migas bertanggung jawab terhadap perwujudan tiga keadilan, yaitu Keadilan Ketersediaan, Keadilan Distribusi dan Keadilan Harga di bidang hilir minyak dan gas bumi.

“Kami berharap dengan terbangunnya SPBU Kompak di Lunyuk ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Pertamina juga diharapkan untuk terus menjamin pasokan BBM SPBU Kompak ini,” ujarnya. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here