Baznas Mataram Targetkan Zakat Rp6 Miliar

H. Djaswad. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram menaikkan target zakat di tahun 2022 menjadi Rp6 miliar. Peran pengelola zakat masing-masing instansi akan dioptimalkan.

Kepala Baznas Kota Mataram Drs. H. Djaswad menjelaskan, target zakat sebelumnya Rp5 miliar di tahun 2020. Kemudian dinaikkan menjadi Rp5,5 miliar di tahun 2021. Potensi zakat diyakini bisa lebih meningkat diukur dari capaian di tahun 2021, nilainya hampir Rp6 miliar. “Kita naikkan jadi Rp6 miliar. Kalau gak dinaikkan, ndak ada motivasi kita bekerja,” kata Djaswad dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Iklan

Pola digunakan untuk mencapai target dengan mengoptimalkan pengelola zakat di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). OPD sebut Djaswad sebagai pelaksana pemungut zakat di dinas. Kepala dinas menjadi pembina dan sekretaris sebagai ketuanya. Pelibatan pimpinan OPD lebih efektif. “Mereka yang langsung mengumpulkan zakat semua pegawai di instansi itu,” terangnya.

Zakat yang disetor aparatur sipil negara (ASN) berdasarkan penghasilan. Zakat dihitung dari nizabnya. Misalnya dihitung 85 gram emas dikali setahun atau 12 bulan. Jika pendapatan pegawai tersebut kurang maka dihitung infak.

Tetapi mantan Sekretaris Daerah Kota Mataram mengingatkan, zakat yang dikeluarkan pegawai bukan dihitung dari gaji, melainkan penghasilan lainnya seperti honor, insentif, dan tunjangan lainnya. Menurutnya, tunjangan dan honor pegawai lebih besar dibandingkan gaji yang diterima setiap bulannya. “Jadi perlu diingat dalam aturannya tidak disebut gaji, tetapi penghasilan. Jadi penghasilan itu bisa dari honor, insentif, dan sumber pendapatan lainnya. Malah honornya lebih besar diterima dibandingkan gaji,” jelasnya.

Untuk zakat anggota dewan. Djaswad mengaku, belum masuk ke arah itu. Pihaknya mencoba mengkomunikasikan supaya para wakil rakyat tersebut mengeluarkan zakat sesuai penghasilan diperoleh setiap bulannya. “Saya baru seminggu dilantik. Insya Allah, tinggal komunikasi dan koordinasi saja,” tandasnya.

Kendati demikian, ia optimis target zakat Rp6 miliar pada tahun 2022 bisa tercapai. Karena itu, aparatur sipil negara di Lingkup Pemkot Mataram, membantu Baznas mengoptimalkan penyerapan di masing-masing dinas. (cem)

Advertisement