Baznas Lobar Harus Maksimalkan Potensi Zakat di Luar ASN

Bupati Lobar saat sosialisasi pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan lainnya.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid meminta pihak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) daerah Lobar memaksimalkan semua potensi zakat, infak dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya. Bupati meminta agar Baznas lebih memaksimalkan potensi zakat di Luar ASN, seperti para kelompok tani.

Demikian penekanan bupati saat membuka sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan lainnya, bertempat di aula kantor Bupati di Gerung, Kamis, 15 Juli 2021. Tujuan sosialisasi Perbup Nomor 28 tahun 2021 tersebut untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan transparansi, adil, tidak diskriminatif dan akuntabel dalam pelaksanaan pengelolaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Dana Sosial keagamaan lainnya di Lobar.

Iklan

Fauzan mengatakan sebelum menetapkan Perbup, ada banyak pertimbangan. Mulai dari pertimbangan bagaimana mengakselerasi, pertimbangan penurunan kemiskinan, mengakselerasikan bantuan-bantuan sosial masyarakat bagi yang membutuhkan.Dan dengan niat suci itu Alhamdulillah pemerintah daerah membuat Perbup Nomor 28 tahun 2021. “Alhamdulillah bisa selesai dan hari ini dilakukan sosialisasinya,” ujarnya.

Memang waktu pembahasan Perbup dikatakan bupati banyak perdebatan, mulai dari masalah nishab dan seterusnya. Tetapi lebih dari itu jika misalnya nishabnya tidak tercapai, ada item lain, ada item sadakah, dan infaknya. Semua PNS walaupun golongan II, menurutnya, sudah masuk nihsabnya karena di luar gaji PNS ada juga TPP. “Itu penghasilan tetap juga PNS dan jika itu ditambahkan maka akan melebihi nihsabnya,” katanya. Fauzan menjelaskan, diambilnya 2,5 persen dari gaji pokok PNS karena diharapkan juga PNS dapat memberikan zakat di luar yang diserahkan ke Baznas Lobar. “Ukuran nishabnya kan adalah penghasilan keseluruhan dari PNS,” jelasnya.

Selain bersumber dari dana PNS di Lobar, ia juga minta Baznas maksimalkan sumber-sumber lainnya dari luar PNS untuk dikelola oleh Baznas Lobar. Misalnya dari pelaku UMKM dan petani. “Kelompok tani itu jumlahnya 1.600. Satu kelompok tani minimal 10 orang. Kalau satu kelomok menyerahkan 500 kilogram saja kali 1.600 kelompok itu, jumlahnya cukup besar,” katanya.

“Kita juga berkomunikasi dengan lembaga-lembaga pemerintah seperti Kementerian Agama dan Polres. Dan alhamdulillah Polres Lombok Barat sudah jalan. Kalau tidak salah dana yang didapat Polres dua kali lipat dari yang di Kementerian Agama, karena personelnya 800 lebih,” cetusnya.

Untuk itu bupati berharap kepada seluruh OPD untuk mensosialisasikan Perbup kepada seluruh PNS di bawah, utamanya pada guru. Karena PNS di Lobar setengahnya ada di guru dan di Dinas Kesehatan. “Mudah-mudahan apa yang kita cita-citakan ini kita maksimalkan. Sekali lagi mohon dukungan apa yang kita niatkan bisa terealisasi bisa tercapai dan diberkahi oleh Allah SWT,” ucapnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional