Baznas Dompu Dituntut Transparan Kelola Zakat

Dompu (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dompu dituntut lebih transparan dalam pengelolaan zakat untuk memberikan kepercayaan pada publik. Banyak potensi zakat di tengah masyarakat belum terserap secara maksimal, padahal ini menjadi potensi yang cukup besar dalam rangka pengentasan kemiskinan dan ekonomi keummatan.

Asisten II Setda Dompu, Ir Ruslan pada kegiatan pelatihan Imam dan Khatib Masjid se-Kabupaten Dompu, Senin, 17 Oktober 2016 meminta Baznas Kabupaten Dompu untuk lebih mengoptimalkan pengumpulan zakat di berbagai instansi pemerintah dan lembaga masyarakat maupun pada masyarakat itu sendiri. Dana zakat yang telah didistribusikan kepada kelompok yang berhak dalam rangka meningkatkan ekonominya cukup terasa. “Dana zakat ini cukup membantu mengatasi masalah ekonomi umat,” katanya.

Iklan

Namun Baznas selaku lembaga pengelola dana ummat juga dituntut transparan dalam pengelolaan dana zakat. Jangan sampai dana yang terkumpul tersebut justru tidak tersalurkan sesuai peruntukan, sehingga tujuan zakat tidak tercapai. “Selain mengoptimalkan pengumpulan zakat, juga dalam realisasi program kerja harus transparan. Sehingga masyarakat tetap menaruh kepercayaan dan semakin intens menyalurkan hartanya melalui Baznas,” harapnya.

Baznas selaku pihak yang menaungi perkumpulan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat juga diharapkan bisa memberi penekanan, khusus bagi lembaga dibawahnya seperti halnya mengupayakan pembimbingan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kelompok kejahatan yang berkedok agama.

Ruslan menyebutkan, pelatihan yang diberikan kepada imam dan khatib masjid, pengurus taman bacaan Al Qur’an (TPA), muallaf baru maupun lama serta pengurus jenazah ini, juga dimaksudkan memperkuat upaya pencegahan konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat. “Karena kedekatannya dengan masyarakat ini pencegahan aksi tipu muslihat yang berkedok agama maupun pengobatan tradisional bisa dicegah secara maksimal,” harapnya.

Sementara itu kepala Baznas Dompu, Drs. H. Burhanuddin HMS dalam sambutanya melaporkan, total anggaran yang dikuncurkan untuk bantuan sosial terhitung sejak Januari sampai November 2016 mencapai Rp 786,165 juta. Anggaran tersebut digunakan di antarannya, bedah rumah kumuh sebanyak 23 unit, penanganan gizi buruk, bantuan kelompok tani, renovasi masjid, pengadaan kitab suci Al Qur’an, bantuan guru ngaji dan marbot masjid, madrasah dan pondok pesantren serta bantuan-bantuan sosial lainya.

Dari target anggaran sekitar Rp 4 miliar lebih, yang bisa terkumpul sekitar Rp 3 miliar lebih. Hal itu menyebabkan banyak program kerja yang belum bisa direalisasikan. Rencananya program kerja yang terkendala anggaran itu akan dirampungkan hingga akhir tahun 2016 ini. (jun)