Bayi Miskin Ditolak Rumah Sakit, Mahasiswa Unram Antusias Galang Dana

Mataram (suarantb.com) – Tridevi, bayi berumur empat bulan diduga menderita tumor, ditolak berobat di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB (RSUP NTB). Bayi tersebut ditolak lantaran tidak terdaftar sebagai anggota BPJS.

Melihat ketimpangan sosial tersebut, FMN Cabang Unram menggalang dana di lingkungan kampus, untuk membantu biaya pengobatan bayi malang tersebut.

Mahasiswa Unram antusias memberi bantuan dengan menyisihkan sebagian uangnya. Sehari menggalang dana di lingkungan kampus, dana yang terkumpul hampir mencapai Rp 1 juta. Koordinator kegiatan galang dana, Dhabit, mengatakan kegiatan penggalangan dana dilakukan di beberapa kampus yang ada di Kota Mataram.

“Ini di beberapa kampus yang ada di Kota Mataram. Rencananya, kita akan menyerahkan bantuan ini ke rumah korban, hari Minggu besok,” ujar Dhabit, Kamis, 17 November 2016.

Tridevi merupakan bayi perempuan, anak dari Made Kurdana dan Komang Candrawati asal Dusun Peninjauan, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Bayi tersebut ditolak berobat lantaran tidak memiliki kartu BPJS. Pihak keluarga bayi telah mendatangi RSUP NTB, namun lantaran hanya memiliki kartu miskin, bayi tersebut ditolak rumah sakit.

Orang tua dari Tridevi juga sempat menawarkan untuk membuat BPJS tunggal untuk Tridevi, lantaran tidak memiliki biaya yang cukup. Namun, aturan mengatakan BPJS harus satu paket dalam satu keluarga.

Sebelumnya, Humas RSUP NTB, Solikin menjelaskan bahwa sesuai aturan, BPJS memang harus satu paket keluarga, Tidak dapat secara individu.

“Nah, itu lah permasalahannya. BPJS harus satu keluarga. Kita RS sebagai pengguna aturannya. Kalau tidak mampu, kan ada BPJS PBI yang mendapat subsidi pemerintah. Kalau keluarga tidak mampu, tidak peroleh BPJS PBI, itu ditanyakan ke desa,” jelasnya. (szr)