Bayi Kembar Siam Tak akan Dipisah

Mataram (suarantb.com) – Tim dokter gabungan dari RSUD NTB dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya memutuskan bayi kembar siam asal Sumbawa tidak akan menjalani operasi pemisahan atau terminasi.  Keputusan tersebut disampaikan Ketua tim dokter dari RSUD Dr. Soetomo, dr. Agus Harianto SpA (K) didampingi sejumlah dokter dan Direktur RSUD NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri dalam konferensi pers di RSUD NTB, Selasa 18 April 2017.

“Tim memutuskan pasien ini akan dirawat seoptimal mungkin sehingga dia bisa hidup bersama sepanjang masa,” katanya.

Iklan

Menurut Agus, apabila bayi bernama Muhammad Talib ini dibiarkan hidup, ada kemungkinan mereka bisa bertahan. Tetapi tak dipungkiri juga adanya kemungkinan kondisi bayi nomor satu yang menggunakan alat bantu pernapasan memburuk. Sehingga perlu dilakukan pemisahan dengan risiko besar.

“Tetapi bapaknya juga tidak bersedia, jadi biarlah mereka hidup atau meninggal bersama katanya,” ungkapnya.

Kasus yang menimpa anak ketiga pasangan Fathul Bahri dan Zuriah ini dalam istilah medis dikenal sebagai kembar siam parapagus.

Dimana tubuh bayi dempet dengan tubuh menyatu dan  mempunyai dua kepala. Ditambahkan Agus, pasien kembar siam parapagus tidak mungkin dipisahkan dalam kondisi normal.

“Dia akan bertahan hidup sepanjang masa berdampingan. Faktor yang jadi alasan tidak mungkin dipisahkan itu di antaranya, jika jantung dan pembuluh darahnya menyatu, jaringan otaknya menyatu dan sistem geraknya menyatu,” jelasnya.

Agus menjelaskan ancaman yang saat ini dialami bayi berumur 10 hari ini adalah gangguan pernapasan. Hingga salah satu bayi harus bernapas menggunakan alat bantu pernapasan. Tim dokter menduga ukuran paru-paru dalam tubuhnya lebih kecil karena adanya dua jantung dalam rongga dada.

“Tapi dari 10 kasus kembar siam parapagus yang pernah saya tangani mereka kebanyakan tidak bertahan lama. Saat ini bayi ini ada ancaman pernafasannya sejak awal. Tapi fokus kami merawat bayi ini supaya mereka bisa hidup berdampingan sepanjang masa,” imbuhnya.

Menurut hasil pemeriksaan tim dokter, bayi kembar ini diketahui memiliki dua jantung lengkap. Salah seorang tim dokter, dr. Mahrus A Rahman Sp.A (K) menyatakan dua jantung dalam tubuh bayi ini berada pada posisi dempet dengan struktur terpisah.

“Struktur dan fungsi jantungnya baik, tidak ada kebocoran seperti yang diduga sebelumnya. Dua jantung ini juga masing-masing punya pembuluh darah ke bawah, hanya saja pembuluh ini bergabung jadi satu di pembuluh darah perut,” paparnya.

Ayah sang bayi, Fathul Bahri yang turut hadir dalam konferensi pers tak banyak berkomentar. Saat dimintai komentar, ia terdiam sesaat tanpa mengeluar sepatah kata. Matanya sempat berkaca-kaca.

Sang nenek, Fatimah yang turut datang dari Sumbawa mendampingi cucunya selama dirawat di RSUD NTB juga hanya bisa menyampaikan beberapa patah kata.

“Pas tahu dia lahir kondisinya begini, kita merasa terharu dan sedih,” katanya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here