Bayi Dua Bulan Didiagnosa Alami Bocor Jantung Sejak Lahir

Giri Menang (Suara NTB) – Watiah warga Dusun Beremi Desa Babussalam Kecamatan Gerung mencucurkan air mata ketika menceritakan kondisi anak bungsunya Nadira Raisa (2 bulan setengah). Ibu dua anak ini dirundung kesedihan mendalam  lantaran kondisi anaknya yang didiagnosa mengalami bocor jantung sejak lahir.

Watiah begitu sedih lantaran baru tahu jika balitanya alami sakit dua pekan lalu. Ia pun mengupayakan balitanya berobat ke Rumah Sakit Sanglah berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) putrinya yang ditanggung secara mandiri, padahal keluarganya tergolong kurang mampu.

Iklan

Ditemui di RSUD Gerung, Rabu, 10 Mei 2017, menuturkan pada saat lahir secara normal kondisi balitanya sehat, bahkan berat badannya terus naik. Namun ia mengaku curiga dengan kondisi balitanya yang cepat capek dengan napas tak teratur. Dua pekan lalu, iapun mememeriksa anaknya di salah satu dokter. Alangkah kagetnya ketika mendengar anaknya didiagnosa bocor jantung.

Sejak saat itu ia pun tak nyenyak tidur, ia menangis sepanjang hari ketika melihat balitanya yang masih kecil harus menanggung sakit parah. Dibantu misannya, ia pun membuatkan balitanya KIS. Ia terpaksa menanggung biaya KIS balitanya secara mandiri, karena tak dapat bantuan pemerintah. Ia mengeluarkan Rp 25 ribu per bulan untuk KIS balitanya. Ia mengaku, anaknya yang paling besar mendapatkan kartu  yang sama, namun gratis karena ditanggung pemerintah.

Diakui, pihak medis di rumah sakit meminta agar  balitanya segera dirujuk. Ia pun menghubungi suaminya yang bekerja di Bali. “Akhirnya hari ini (kemarin) anak kami akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah,”jelasnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah  memastikan anaknya segera mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Sanglah. Sebab di sana ia pasti tinggal di kos, sembari menunggu anaknya ditangani.

Sementara Ketua PKK Desa Babussalam Yeni Pancawati yang baru mengetahui hal ini langsung melakukan pengecekan bersama kader posyandu di desa. Hasil kroscheknya bahwa memang bersangkutan mengalami penyakit bawaan bocor jantung sejak lahir. Pihaknya pun langsung meminta para kader untuk membantu meski dari segi ekonomi keluarga bersangkutan tidak termasuk kategori miskin.

Sementara Plt. Dirut Rumah Sakit Tripat Gerung Arief Suryawirawan menyatakan pihaknya telah menangani balita tersebut dan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Bali. “Kami akan berupaya semaksimal mungkin koordinasikan penanganannya sesuai kewenangan kami selama ditangani di Rumah Sakit Sanglah,” janjinya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here