Bayi Ditolak Berobat di Rumah Sakit, FPR NTB Galang Dana

Mataram (suarantb.com) – Seorang bayi yang diduga menderita tumor, tidak diterima pihak Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB. Bayi tersebut ditolak berobat lantaran tidak terdaftar sebagai anggota BPJS. Pihak keluarga bayi telah mendatangi RSUP NTB, namun lantaran hanya memiliki kartu miskin, bayi tersebut ditolak rumah sakit.

Bayi perempuan berumur empat bulan tersebut diketahui bernama Tridevi. Bayi tersebut merupakan anak dari Made Kurdana dan Komang Candrawati asal Dusun Peninjauan, Desa Golong, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Iklan

Menyikapi hal tersebut, sekelompok relawan Front Perjuangan Rakyat (FPR) NTB, menggalang dana untuk biaya berobat bayi yang diduga menderita tumor tersebut. FPR NTB secara langsung terjun di setiap kampus yang ada di Kota Mataram untuk menggalang dana.

Koordinator FPR NTB, Zul Harmawadi pada suarantb.com mengatakan aksi solidaritas tersebut berjalan mulai Senin, 7 November 2016 kemarin. Aksi penggalangan dana akan digelar selama satu pekan.

“Kita mulai galang dana sejak Senin kemarin. Kita turun ke kampus-kampus. Aksi penggalangan dana ini akan kita lakukan selama satu pekan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu, 9 November 2016.
Sehari menggalang dana, FPR NTB berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 765.000. Dana tersebut diharapkan terus bertambah untuk membantu biaya berobat bayi malang tersebut. “Senin kemarin, baru satu hari kita berhasil kumpulkan Rp 765.000. Kita akan terus menggalang dana sehingga bisa membantu pengobatan Tridevi,” ucapnya.

Wadi juga mengharapkan peran pemerintah untuk bergerak membantu masyarakat miskin yang mengalami kesulitan berobat. Karena hak hidup maupun hak kesehatan merupakan tanggung jawab negara terhadap warga negaranya.

“Harusnya pemerintah memberikan pelayanan yang baik. Bayi berhak hidup berdasarkan konstitusi. Jadi kalau hanya lantaran tidak punya BPJS sehingga tidak diterima rumah sakit, itu sudah menciderai konstitusi. Karena semua warga negara mempunyai hak hidup. Apalagi ini sifatnya mendesak,” tegasnya.

  Respons TGB soal Viralnya Disertasi Tentang Seks di Luar Nikah

Wadi juga menambahkan bahwa ada kemungkinan kasus-kasus serupa terjadi pada masyarakat miskin. Hanya saja belum terungkap hingga kini. “Ini kemungkinan bukan hanya kasus Tridevi. Tapi banyak Tridevi lainnya yang belum kelihatan dan membutuhkan uluran tangan kita semua,” imbuhnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here