Bayi Baru Lahir di Lobar Terpapar Covid-19

Ilustrasi bayi (Suara NTB/maxpixel.net)

Giri Menang (Suara NTB) – Bayi baru lahir Inisial B asal Desa Merembu kecamatan Labuapi di Lombok Barat (Lobar) dinyatakan positif covid-19. Bayi yang baru berusia enam hari tersebut tak terdeteksi di Polindes ataupun di Puskesmas. Pasalnya, bayi ini dilahirkan di rumah sakit provinsi (RSUD) tanpa melalui rujukan dari Puskesmas.

Pihak Desa yang mengetahui hal inipun sangat kaget. Informasi dari pihak desa, orang tua balita yang berprofesi sebagai tukang ojek ini memiliki ibu dari Mataram, daerah merah Covid-19. Sebelum melahirkan sang ibu sering berada di Mataram. Kepala Desa Merembu, Muhazzab membenarkan bayi B positif covid-19 merupakan warganya. “Bayi baru lahir (baru berusia enam hari) positif covid-19, kami sudah isolasi keluarganya,” terang Kades Merembu ini, Senin, 1 Juni 2020.

Iklan

Bayi B dilahirkan dalam kondisi prematur di Rumah sakit di Mataram. Kelahirannya tidak tercatat di bidan desa dan Puskemas karena orang tuanya melahirkan tanpa proses rujukan. “Kelahirannya di rumah sakit di Mataram,” jelas dia. Orang tua B sehari-harinya sebagai tukang ojek. Dan ibunya sendiri ibu rumah tangga. Ibunya berasal dari daerah Mataram.

Selama hamil, ibunya sering kali bolak-balik Mataram ke Merembu. Pihaknya tak ingin desanya dikucilkan atas kasus ini, sehingga pihaknya mengantispasi warga keluar masuk dengan memperketat pemeriksaan. Menyikapi warganya yang positif covid-19 tersebut, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanganan.

Pihaknya yang bersama Puskesmas turun melakukan pelacakan atau trakcing terhadap keluarga bayi tersebut. Ibu dari bayi ini informasinya sudah dites Swab dan hasilnya negatif. Namun untuk memastikan positif atau negatif perlu menunggu hasil Swab kedua yang rencananya keluar hari ini (kemarin, red).

Pihaknya juga sudah melakukan isolasi keluarga pasien, penyemprotan di rumah pasien dan sekitar rumah warga. “Dua kali kami lakukan penyemprotan,” jelas dia. Pihaknya menduga, ada dua kemungkinan bayi tersebut terpapar Covid-19. Bisa jadi terkena pas di rumah sakit atau juga kemungkinan terpapar lewat ibunya yang berasal dari Mataram.

  Tidak Jadi Sekda, Winengan Berencana Pindah ke Istana Negara

Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) dr H Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan terkait balita yang positif saat ini dirawat di RS di Mataram dalam kondisi baik. “Untuk memastikan terpapar lewat mana, tunggu hasil Swab ibunya saja, kalau ibu nya negatif maka dia terkena di rumah sakit,” jelas dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here