Bayar Parkir Digital di Mataram Terkendala Aplikasi

Jukir di deretan Jalan Bung Karno dilengkapi QR-Code yang dikalungkan dan dapat dipindai untuk membayar parkir dengan dompet digital.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penerapan bayar parkir dengan dompet digital di Kota Mataram terus dievaluasi. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, M. Saleh, menerangkan sampai saat ini program tersebut terkendala pada aplikasi dompet digital yang digunakan.

“Masalahnya di aplikasi. Kemarin itu awal-awal Jukir (juru parkir) kami pakai OVO dan Shopee Pay. OVO ternyata ada batasan frekuensi, bukan batasan nominal transaksi, dan Shoppe Pay juga pengaplikasiannya masih butuh penyusaian untuk dipakai Jukir kami,” ujar Saleh saat dikonfirmasi, Minggu, 25 Oktober 2020.

Iklan

Diterangkan, pengoperasian aplikasi dompet digital yang tepat sangat dibutuhkan agar sistem pembayaran parkir tersebut berjalan. Terlebih masing-masing Jukir diwajibkan memiliki saldo pada masing-masing aplikasi untuk mengakomodir masyarakat yang membayar parkir secara tunai.

“Kemarin kita ganti pakai T-Money. Jadi jukir ini harus dia punya juga aplikasi dan saldo, kalau masyarakat tidak menggunakan satu aplikasi uang elektronik pun,” jelasnya. Terlepas dari kendala teknis tersebut, sistem yang diterapkan disebutnya sangat membantu dalam mencegah kebocoran kas daerah dari retribusi parkir.

Selain itu, bayar parkir dengan dompet digital juga diharapkan dapat menekan pungli parkir yang kerap menjadi keluhan masyarakat. “Dengan sistem ini kita harapkan tidak ada lagi masyarkaat yang membayar tarif parkir lebih dari yang ditentukan. Baik karena dipaksa jukir atau jukir pura-pura tidak punya uang kembalian,” ujar Saleh.

Sampai saat ini pihaknya menerapkan sistem tersebut di tiga titik di deretan Café Upnormal hingga Bakso Sum-Sum ala Jalanan di Jalan Bung Karno. Di mana pembayaran parkir dilakukan dengan aplikasi Qris (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI).

Di masing-masing lokasi telah disiapkan QR-Code yang langsung dapat dipindai oleh pelanggan saat akan membayar parkir. “QR-Code itu kita tempel di dinding Upnormal, Bakso Jalanan dan di Rumah Makan Padangnya. Ada juga di masing-masing kasir, atau dikalungkan Jukir,” jelasnya.

Untuk batas maksimal biaya parkir telah diatur Rp2 ribu untuk mobil dan Rp1 ribu untuk motor. Dari biaya parkir yang ditarik, maka akan masuk ke kas daerah dengan pembagian 30 persen untuk retribusi dan 70 persen untuk gaji Jukir. (bay)