Bayar Lahan Warga, Kemenparekraf Gelontorkan Anggaran Rp48,5 Miliar

Warga pemilik lahan enklave di kawasan The Mandalika menerima pembayaran lahan, Kamis, 1 April 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 48,5 miliar untuk membebaskan lahan warga yang terkena dampak pembangunan sirkuit Mandalika di penlok (penetapan lokasi) 2 kawasan The Mandalika. Dengan luas lahan yang dibebaskan sekitar 3,6 hektare dengan 17 orang pemilik. Dari total 6,5 hektare luas lahan yang akan dibebaskan untuk mendukung pembangunan sirkuit Mandalika.

“Untuk lahan di Penlok 2, kita sudah dua kali melakukan pembayaran. Terakhir, pembayaran dilakukan pada Kamis, 1 April 2021, kepada tujuh orang pemilik lahan,” sebut Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Arie Prasetyo, dalam keterangannya, Jumat, 2 April 2021.

Iklan

Total anggaran yang digelontorkan untuk pembayaan tahap kedua itu sendiri sebesar Rp 20,8 miliar dengan luas lahan sekitar 1,4 hektare. Harga pembebasan lahan itu sendiri sudah sesuai dengan hasil apraisal yang dilakukan. Dan, berkat kerelaan warga pemilik lahan, proses pembebasan lahan bisa berjalan sesuai harapan.

“Kami apresiasi kepada warga yang telah melepaskan asetnya dan secara sukarela membongkar bangunan di atas lahannya. Hal ini menunjukkan dukungan dan kesadaran masyarakat atas manfaat pengembangan The Mandalika bagi peningkatan perekonomian di NTB khususnya daerah penyangga The Mandalika secara jangka panjang,” sebut Arie.

Selama proses negosiasi dan pembebasan lahan yang berstatus enklave tersebut pihaknya tetap menitikberatkan pada upaya dialog dan persuasif dengan pemilik lahan enklave, sehingga pemilik lahan bisa memahami manfaat proyek tersebut bagi masyarakat di masa datang. Yang pada akhirnya bersedia melepaskan lahan miliknya.

ITDC juga memastikan seluruh proses pembebasan lahan enklave telah dilaksanakan sesuai aturan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan tetap memperhatikan pemenuhan hak-hak masyarakat selaku pemilik lahan.

Pembebasan lahan enklave di penlok 2 tersebut penting, karena akan dijadikan lokasi untuk pembangunan fasilitas penunjang penyelenggaraan MotoGP dan dan WSBK. Di antaranya untuk pembangunan paddock, pit building, medical centre dan bangunan penunjang lainnya.

Lebih lanjut Arie menjelaskan, dukungan anggaran pembebasan lahan yang diberikan Kemenparekraf tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Kemenparekraf atas pembangunan sirkuit Mandalika khususnya dan pengembangan kawasan The Mandalika secara lebih luas. Dimana Kemenparekraf dalam hal ini menggandeng Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), untuk menyiapkan anggaran pembebasan lahan di penlok 2 kawasan The Mandalika. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional