Bawaslu Sumbawa: Semua Paslon Langgar Protokol Covid-19

Syamsihidayat dan Hamdan. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Berdasarkan hasil pengawasan selama 38 hari masa kampanye, Bawaslu Kabupaten Sumbawa menemukan masih tingginya tingkat pelanggaran terhadap protokol kesehatan Covid 19 oleh semua Pasangan calon (paslon). Bawaslu pun telah melayangkan surat peringatan tertulis kepada tim kelima paslon.

Sebagaimana disampaikan Ketua Bawaslu Sumbawa, Syamsihidayat S.IP didampingi Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Sumbawa Hamdan, S.Sos.I, Selasa, 3 November 2020. “Surat teguran tersebut merupakan bentuk kesigapan Bawaslu Kabupaten Sumbawa dalam menindak segala pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan kampanye,” terangnya.

Iklan

Terkait hal tersebut tentunya sudah sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 pasal 58 huruf b, c, dan d. Yang mana pada pertemuan terbatas hanya memperbolehkan maksimal 50 orang yang menghadiri serta memperhitungkan jaga jarak minimal 1 (Satu) meter antar peserta kampanye, wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu. Serta menyediakan sarana sanitasi yang memadai pada tempat dilaksanakannya kegiatan paling kurang berupa fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan/atau cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer).

Bawaslu pun sudah merekomendasikan kepada KPU Sumbawa, terkait sanksi bagi pelanggaran ini. Sebagaimana diatur dalam PKPU 13 tahun 2020, pasal 88 d huruf c, tentang larangan melakukan metode kampanye yang dilanggar selama tiga hari berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Semua paslon melanggar. Terutama pelanggaran kampanye pertemuan terbatas yang melebihi batas maksimal 50 orang, tidak memakai APD dan kampanye melibatkan anak anak serta lansia.  Terkait sanksi kai sudah rekomendasikan ke KPU Sumbawa,” tegas Hamdan.

Bawaslu mengimbau parpol, gabungan parpol, paslon, dan tim kampanye agar tidak mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil atau menyusui, dan orang lanjut usia dalam kegiatan Kampanye yang dilakukan melalui tatap muka secara langsung. (arn)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional