Bawaslu Panggil KPU NTB Klarifikasi Perbedaan Indentitas Tiga Balon

Mataram (Suara NTB) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB, memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat, 19 Januari 2018 kemarin, untuk mengklarifikasi temuannya dalam berkas pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur NTB. Bawaslu menemukan perbedaan  identitas tiga bakal calon Gubernur.

Ketua Bawaslu NTB, M Khuwailid yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, menyampaikan, pihaknya memanggil komisioner KPU untuk mengklarifikasi temuannya terhadap perbedaan identitas nama tiga bakal calon Gubernur. Karena, yang tertera dalam ijazah ternyata berbeda dengan yang tertera di Kartu Tanda Kependudukan (KTP).

Iklan

“Nama di KTP berbeda dengan nama di Ijazah, sehingga ini perlu diklarifikasi. Terlebih, KPU sudah menyatakan persyaratan Balon sudah tidak ada masalah alias lengkap,” ungkapnya di sela-sela klarifikasi KPU.

Dia membeberkan, tiga nama Balon tersebut yakni pertama Ahyar Abduh. Didalam ijazahnya, tertulis nama Ahyar, namun pada KTP ditulis nama TGH Ahyar Abduh. Kedua yakni Suhaili FT, dan idalam ijazahnya tertulis hanya nama Suhaili, namun di KTP-nya tertera nama H. Moh Suhaili FT. Begitu juga halnya dengan bakal calon dari independen, Moch Ali BD. Di dalam ijazahnya tertulis Much. Ali. Sementara pada KTP-nya tertulis Moch Ali Bin Dachlan.

Hal itu itulah yang diklarifikasi oleh Bawaslu. Karena menurut pandangan Bawaslu, identitas seseorang tidak boleh berbeda atanra dokumen identitas yang satu dengan yang lainnya. Kalaupun terjadi perubahan, mesti harus melampirkan surat keterangan dari pengadilan, tentang telah terjadi perubahan nama, ungkapnya.

“Sebenarnya tidak bermasalah ada perubahan identitas. Tapi, harus ada surat keterangan penetapan dari Pengadilan dan keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil),” jelasnya.

Khuwailid memaparkan, syarat pendaftaran Balon dalam aturan menyebutkan ijazah. Sehingga, nama itu harus konsisten, jika ada tambahan nama harus ada surat keterangan lainnya. “Ini pengalaman, banyak yang berbeda, dokumen yang diserahkan ke KPU dengan ke Bawaslu,” tuturnya.

Dia mengaku, Bawaslu baru menemukan perbedaan tersebut, karena pihaknya baru saja mendapat salinan persyaratan pendaftaran pasangan bakal calon Gubernur dari KPU.  Bawaslu pun langsung melakukan penelitian  terhadap dokumen-dokumen tersebut, hingga akhirnya menemukan perbedaan itu.

Menurut Khuwaild, klarifikasi sangat penting untuk  memastikan nama dalam ijazah  dan KTP tersebut apakah orang yang berbeda  atau orangnya sama. “Ketika ada perbedaan seperti apa sikap KPU. Sementara, KPU sudah sampaikan hasil penelitian, terhadap paslon,” terangnya.

Ditambahkannya, pascamemanggil KPU, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memanggil Balon bersangkutan untuk diklarifikasi. “Bisa saja akan panggil balon untuk klarifikasi, karena ini menyangkut identitas,” pungkasnya.

Adapun dari KPU NTB yang memenuhi panggilan Bawaslu tersebut, yakni Suhardi Soud, SE bidang teknis dan Ilyas Sarbini, SH, MH bidang hukum. Suhardi Soud yang coba dikonfirmasi tidak memberikan pernyataan banyak,  karena harus segera masuk memenuhi panggilan Bawaslu. “Nanti kita berikan klarifikasi ke Bawaslu,” cetusnya (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here