Bawaslu NTB Proses Dugaan Pelanggaran TSM di Pilkada Sumbawa

Bawaslu NTB menggelar sidang pendahuluan terkait dugaan pelanggaran di Pilkada Sumbawa terjadi secara sistematis, terstruktur dan masif. (Suara NTB/ndi).

Mataram (Suara NTB) -Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB menggelar sidang pendahuluan terkait dengan laporan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh pasangan Cabup-Cawabup kabupaten Sumbawa, H. Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi), Kamis, 17 Desember 2020.

Laporan dugaan pelanggaran pemilu oleh pasangan Mo-Novi tersebut diduga dilakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM). Sehingga Bawaslu kabupaten Sumbawa meneruskan penanganan dugaan pelanggaran itu oleh Bawaslu NTB untuk ditangani.

“Penanganan kita ambil alih di Bawaslu NTB, karena undang-undang mengatur kalau laporan dugaan pelanggarann TSM itu penanganannya oleh provinsi,” kata Divisi Hukum, Data dan Humas Bawaslu NTB, Suhardi, di kantor Bawaslu NTB.

Terkait hal itu, Bawaslu NTB menggelar sidang pendahuluan terhadap dugaan pelanggaran yang dilaporkan oleh masyarakat tersebut. Dalam sidang pendahuluan itu, kata dia, pihaknya baru sebatas untuk memeriksa dan mengkaji keterpenuhan syarat formil dan materiil terhadap laporan dugaan pelanggaran tersebut.

Jika dalam sidang pendahuluan tersebut, syarat formil dan materiil dinyatakan terpenuhi. Maka dipastikan Bawaslu akan melakukan sidang pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Termasuk di antaranya, dengan melakukan pemeriksaan dan pemanggilan terhadap para pihak diduga terlibat dalam melakukan pelanggaran tersebut. “Kita baru periksa keterpenuhan syarat formal dan materiilnya,” beber mantan Anggota KPU Lombok Barat tersebut.

Sedangkan Komisioner Bawaslu NTB Divisi SDM dan Organisasi, Itratip menambahkan, direncanakan satu atau dua hari ke depan ini, Bawaslu NTB akan memutuskan apakah pelaporan dugaan pelanggaran di Pilkada Sumbawa akan berlanjut ke sidang pemeriksaan atau tidak.

Jika berlanjut ke sidang pemeriksaan, maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diduga melakukan pelanggaran tersebut. ” Tunggu saja keputusan sidang pendahuluan Bawaslu,” tandasnya.

Terpisah Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Al-Khairi mengaku optimis dugaan pelanggaran dilaporkan oleh pihaknya akan terpenuhi syarat formal dan materiil. Sehingga Bawaslu bisa menindaklanjuti dugaan pelaporan disampaikan oleh pihaknya tersebut.

Dia memastikan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai bukti terkait dugaan pelanggaran dilalukan secara sistematis, terstruktur dan masif oleh pasangan Mo-Novi di Pilkada Sumbawa. Seperti dugaan pengerahan ASN, pemanfaatan dan penggunaan program Pemprov dan lainnya. “Semua bukti sudah kita siapkan. Nanti kita buka dan beberkan di persidangan Bawaslu,” katanya.

Sementra itu, kuasa hukum paslon Jarot-Mohklis, Rezki Wirmandi mengatakan pemeriksaan pendahuluan di Bawaslu dilakukan sesuai Peraturan Bawaslu nomor 9 tahun 2020. Ia mengatakan, TSM yang diduga dilakukan oleh paslon nomor 4, adalah dugaan keterlibatan Gubernur NTB, berupa bantuan sosial yang dianggarkan oleh Gubernur kepada kabupaten Sumbawa.

Dugaan money politic yang ditemukan di lapangan, lanjut dia, adalah dasar untuk melaporkan paslon nomor 4. Untuk diketahui, Dewi Noviany adalah adik kandung dari Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah. “Iya kita punya bukti makanya kita laporkan. Kita kumpulkan bukti-bukti tersebut pasca penetapan calon sampai masa pada saat pemilihan. Jadi diduga ada kecurangan terstruktur, sistematis dan masif yang dilakukan oleh paslon adik dari Gubernur NTB,” pungkasnya. (ndi/*).