Batasi Kontak, Sekolah Utamakan BDR secara Daring

Suasana pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa kelas IX di SMPN 20 Mataram. Bagi kelas VII dan VII mengikuti belajar dari rumah secara daring. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pihak sekolah mengutamakan pembelajaran bagi siswa selain kelas akhir dilaksanakan dengan konsep Belajar dari Rumah (BDR) secara daring. Hal itu untuk membatasi kontak selain warga sekolah.

Kepala SMPN 20 Mataram, Dra. Ida Ayu Putu Armyani pada Selasa, 16 Februari 2021 menyampaikan, pembelajaran untuk siswa kelas VII dan VIII dilaksanakan secara penuh melalui BDR daring. “Ternyata mereka mengikuti dengan baik juga,” katanya.

Iklan

Menurutnya, hanya sebagian kecil siswa yang mengikuti BDR secara luring, karena pihaknya betul-betul membatasi diri dengan kontak selain warga sekolah. “Semoga kami di SMPN 20 tetap sehat,” harapnya.

Selain itu, SMPN 20 Mataram mengikuti dengan Pemerintah Kota Mataram yang hanya memperbolehkan pembelajaran tatap muka hanya bagi kelas IX saja. Menurut Ida Ayu, persentase siswa yang hadir juga baik. “Karena anak-anak juga rindu belajar langsung bersama Guru. Dan juga anak-anak persiapan akan mengikuti penilaian akhir semester kemudian lanjut ujian sekolah,” katanya.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian pada Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin mengakui, ada hambatan pembelajaran secara daring, salah satunya kejenuhan. Namun ia bersyukur siswa kelas akhir boleh mengikuti pembelajaran secara tatap muka. Meski demikian, tidak semua sekolah melaksanakan belajar tatap muka bagi kelas akhir, ada juga yang memilih pembelajaran jarak jauh.

“Yang kelas bawah atau selain kelas akhir diiminta BDR daring atau luring, untuk mengimbangi bahan juga diberikan oleh guru, dikombinasikan antara daring dan luring,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 16 Februari 2021.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menjelaskan, pembelajaran tatap muka di jenjang pendidikan dasar hanya untuk kelas VI dan IX. Selain kelas akhir, mengikuti BDR. Pihaknya mengikuti edaran dari Pemerintah Provinsi NTB. keputusan itu belajar tatap muka hanya untuk kelas akhir berdasarkan keputusan Forkompinda Kota Mataram. Pembelajaran tatap muka bagi kelas akhir di Mataram dimulai Senin, 5 Februari 2021.

Fatwir juga menegaskan, kondisi pembelajaran saat ini memang tidak efektif, tetapi tidak ada pilihan lain. Pihaknya mengutamakan kesehatan dan keselamatan guru dan murid. “Ini tidak ada pilihan, karena kita ambil saja sikap itu, guru bisa sehat dulu, anak-anak bisa sehat dulu,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional