Batas Waktu ”Switch Off” Siaran TV Analog di NTB Kembali Diperpanjang

0
Ajeng Rosalinda Motimori (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB) – Kebijakan untuk menghentikan siaran TV analog di Indonesia, termasuk di Provinsi NTB pada tanggal 30 April kemarin kembali ditunda oleh Kementerian Kominfo sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Ajeng Rosalinda Motimori mengatakan, di tahun lalu, penghentian siaran TV analog se Indonesia akan berakhir tanggal 17 Agustus 2022. Namun diperpanjang hingga tanggal 30 April 2022 untuk penghentian tahap pertama. Meski demikian kebijakan switch off siaran analog menuju siaran digital itu kembali diperpanjang.

IKLAN

“Pertama penundaan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Kedua, kewenangan membagi STB (Set Top Box) itu adalah Kominfo. Data penerima STB itu berdasarkan data PKH yang ada di Dinas Sosial,” kata Ajeng Rosalinda Motimori kepada Suara NTB, Jumat, 13 Mei 2022.

Ia mengatakan, pihaknya membantu Kominfo dalam hal melakukan sosialisasi kebijakan Analog Switch Off (ASO) di Provinsi NTB. Tujuannya agar masyarakat sudah bersiap-siap berpindah dari analog ke digital dengan memasang Set Top Box di perangkat televisi masing-masing.

Set Top Box ada yang dijual bebas, ada pula yang dibagi-bagi kepada masyarakat dengan berpedoman pada data PKH. Berdasarkan data dari KPI Pusat, Kominfo akan membagikan sebanyak 183.120 unit Set Top Box kepada masyarakat NTB sebelum siaran TV analog tersebut betul-betul disuntik mati tahun ini.

Para pemegang MUX atau penyelenggara multipleksiang akan membagikan Set Top Box kepada masyarakat yang sudah ditentukan namanya by name by address. Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar masyarakat paham terkait dengan program migrasi dari siaran TV analog ke digital ini.

Sementara itu H. Samiarto dari MNC Mataram selaku salah satu pemenang MUX mengatakan, pihaknya akan membagikan sekitar 24 ribu Set Top Box kepada masyarakat yang namanya sudah ditentukan oleh Kominfo. Namun secara teknis masih terkendala oleh sumberdaya manusia yang melakukan kegiatan itu di lapangan.

“Kami sudah kerja sama dengan 10 SMK se Lombok. Nantinya siswa SMK akan menjadi tenaga teknis yang turun ke lapangan dan memasang STP itu. Syukur-syukur kalau bisa ada 100 STP yang terpasang per hari,” ujarnya.

Ia berharap diberikan waktu untuk memasang STP kepada masyarakat yang sudah ada namanya tersebut, sehingga program migrasi dari siaran TV analog ke digital ini sukses terselenggara di NTB.(ris)

IKLAN