Batas Usia saat PPDB, Calon Murid SD Berusia 6 Tahun pada 1 Juli

0
Syarafudin. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) –  Dinas Pendidikan Kota Mataram menegaskan, batas terendah usia calon murid Sekolah Dasar (SD) saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yaitu berusia 6 tahun per 1 Juli. Pihak sekolah dasar juga dilarang melakukan tes baca, tulis, dan berhitung (calistung) bagi calon murid.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendiikan Kota Mataram, Syarafudin, S.Pd., pada Rabu, 11 Mei 2022 mengatakan, batas usia calon murid kelas 1 SD sekurang-kurangnya berusia 6 tahun pada 1 Juli. Calon murid yang berusia 7 sampai dengan 12 tahun wajib diterima. “Juga tidak boleh ada tes baca, tulis, dan berhitung,” ujarnya.

IKLAN

Berkaca pada PPDB tahun 2021 lalu, PPDB jenjang SD negeri hanya ada seleksi umur bukan seleksi membaca, menulis, dan berhitung. PPDB SD di Kota Mataram dibagi menjadi tiga yaitu jalur afirmasi, perpindahan orang tua/wali dan jalur zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menegaskan semua sekolah negeri wajib memakai zonasi saat PPDB. Hal itu untuk menampik ada keistimewaan pada SD tertentu yang dianggap menjadi favorit masyarakat. Fatwir juga menegaskan, seleksi calon peserta didik baru kelas 1 dilaksanakan berdasarkan usia dan jarak tempat tinggal ke sekolah. Seleksi itu tidak berupa seleksi akademis.

Pihaknya juga akan mengevaluasi zonasi untuk PPDB jenjang SD dan SMP pada PPDB tahun 2022. Hal itu dilakukan agar zonasi masyarakat bisa bersekolah sesuai zonasi tempat tinggalnya, serta tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, ada beberapa catatan pihaknya, terutama perlu mengubah dan melihat ulang zonasi di beberapa SMP dan SD. Hal itu dilakukan supaya tidak ada kegaduhan dan kekacauan dari masyarakat.

Ia juga menekankan, kesepakatan wilayah zona sumber siswa SMP itu ditentukan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD. “Zonasi itu harus betul-betul dimiliki oleh masyarakat dan dia bisa bersekolah di sana,” kata Fatwir. (ron)

IKLAN