Baru Selesai Dibangun, Proyek Jalan Gerepek Lembar Longsor

Giri Menang (Suara NTB) – Jalur Gerepek Kecamatan Lembar yang baru selesai dibangun tahun lalu menyisakan permasalahan, lantaran tebing sepanjang jalur ini longsor. Sebanyak 11 titik longsor di jalur tersebut sehingga mengganggu pengguna jalan. Tebing tersebut mudah longsor disebabkan penataan tebing tidak sesuai standar, lantaran warga yang memiliki lahan sekitar lokasi tebing menolak digusur tanahnya.

Persoalan ini pun menyeruak pada pertemuan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Lombok Barat (Lobar) di Aula Kantor Dishub Lobar, Jumat, 19 Januari 2018.

Iklan

Anggota Forum yang berasal dari Sekotong, Zubaidi mempertanyakan terkait penanganan longsor di jalur Gerepek yang menimbun sebagian badan jalan. “Longsor di akses jalan Gerepek itu cukup mengkhawatirkan, mengganggu pengguna jalan,” jelasnya.

Menjawab hal ini, Kabid Bina marga Dinas PU-TR, Hambali ST menyatakan terkait longsor di jalur Gerepek disebabkan memang penataan tebing belum sesuai standar. Hal ini dikarenakan kendala tanah sebab ketika tanah di tebing tersebut hendak digusur para pemilik menolak.

Diakuinya, masyarakat pemilik di sekitar tebing khawatir diambil lahannya, sehingga tebing itu pun belum memenuhi secara teknis. Namun demikian pihaknya sudah menindaklanjutinya ke pihak kontraktor. Pihak  kontraktor sudah menindaklanjuti dengan membersihkan material longsor. Jika masih ada material longsor, pihaknya akan mengecek kembali lalu meminta kontraktor membersihkannya. Sebab proyek jalan tersebut masih masa pemeliharaan hingga satu tahun. Ia menyebutkan, terdapat 11 titik longsor di sepanjang jalan Gerepek.

Sementara jembatan penghubung Desa Lembah Kecamatan Batulayar dengan Desa Kekait Kecamatan Gunungsari di Dusun Sidemen  diterjang longsor pada bagian bangunan pondasi jembatan. Longsor yang terjadi, Kamis (18/1) diakibatkan hujan lebat dan tak adanya beronjong penahan tebing jembatan.

Meski tak berdampak langsung terhadap bangunan jembatan, namun dikhawatirkan jika dibiarkan longsor bakal melebar hingga bangunan jembatan.

Camat Batulayar Suparlan membenarkan kejadian longsor tersebut, pihaknya sendiri sudah meminta kades untuk melaporkan hal ini ke dinas terkait agar segera ditangani. “Sudah kami laporkan ke dinas terkait agar segera ditangani, sebab kalau tidak segera ditangani terancam putus jembatan itu,” jelasnya.

Tebing yang longsor, jelasnya, masuk daerah Kekait Kecamatan Gunungsari, namun daerahnya ikut terkena dampak jika jembatan itu putus. Pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD agar segera melakukan penanganan darurat material longsor yang menutup sungai.

Kepala Dishub Lobar Ahmad Saikhu menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti aduan ini dengan bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar. pihak Dinas PUPR selanjutnya bersurat ke Dinas PUPR Provinsi untuk melakukan penanganan. Sebab akses jalan ini termasuk status jalan provinsi, sehingga kewenangan ada di provinsi. (her)