Baru Lima Daerah Ajukan Penerima Jadup

Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Sosial (Disos) NTB mengungkapkan, baru lima kabupaten/kota yang sudah mengajukan data penerima jaminan hidup (Jadup). Yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) akan segera mencairkan Jadup untuk warga korban gempa yang sudah tinggal di hunian sementara (huntara)atau hunian tetap (huntap).

Iklan

Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengatakan, Kemensos meminta dari data yang masuk, mana masyarakat korban gempa yang sudah tinggal di hunntara/huntap.

‘’Yang baru masuk Lombok Barat, ada 2.197 jiwa yang sudah masuk. Hasil verifikasi data yang sudah masuk,’’ kata Khalik dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 29 Oktober 2018 siang.

Sementara kabupaten/kota lainnya yang sudah mengajukan nama-nama calon penerima Jadup sedang melakukan verifikasi ulang. Karena dalam surat edaran yang dikeluarkan Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Jadup yang akan dibayarkan tahun 2018 ini  bagi masyarakat korban gempa yang sudah tinggal di huntara ataupun huntap.

‘’Sisanya akan dibayarkan pada anggaran berikutnya, 2019,’’ kata Khalik.

Mantan Penjabat Bupati Lombok Timur  (Lotim) ini mengatakan,  berapapun data penerima Jadup  yang masuk dari hasil verifikasi, yakni mereka yang tinggal di huntara maupun huntap, itu akan dibayarkan oleh kementerian,’’ imbuhnya.

Diharapkan kabupaten/kota mempercepat verifikasi ulang penerima Jadup. Ia mencontohkan seperti Lobar, sudah melakukan verifikasi ulang.  Nantinya akan  diajukan secara bertahap. ‘’Mana yang ada sekarang, silakan diajukan,’’ ujarnya.

Kendala yang dihadapi Lombok Timur dan Lombok Utara, yang belum mengajukan nama-nama penerima Jadup, Khalik meminta ditanyakan langsung ke daerah bersangkutan. Namun ia menjelaskan verifikasi tersebut memang butuh waktu. Di mana data penerima Jadup, harus sesuai NIK dan KK.

‘’Itu yang tidak cepat. Harus dilakukan pengecekan di Dukcapil. Karena kalau ganda siapa yang bertanggung jawab,’’ tandasnya.

Diketahui, Jadup akan diberikan kepada korban gempa yang rumahnya rusak berat selama dua bulan. Sedangkan korban gempa yang rumahnya rusak sedang dan ringan akan diberikan Jadup selama sebulan. Kemensos akan memberikan Jadup sebesar Rp10.000 per jiwa per hari. (nas)